free stats

Mampu Kendalikan Inflasi, Musi Rawas “Cigap” TPID Kota Padang

PADANG, AP – Setelah mampu mengendalikan inflasi dan meraih penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik di Sumatera, akhirnya TPID Kota Padang ‘dicigap’ (dilihat) oleh Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Selasa (11/10). Pemkab Musi Rawas yang dipimpin Sekretaris Daerah Isbandi Arsyad menggali informasi dan mendengar langsung pengalaman Kota Padang dalam pengendalian inflasi.

Rombongan Pemkab Musi Rawas diterima Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan Evyet Nazmar, Staf Ahli Walikota Bidang Perekonomian Afrizal Khaidir, Hasudungan PS dari Bank Indonesia perwakilan Sumatera Barat, Kepala Bagian Perekonomian Edi Dharma, Kabag Humas dan Protokol Mursalim, serta sejumlah jajaran kerja Pemko Padang. Rombongan ini disambut di ruang kerja Sekretaris Daerah Kota Padang di Balaikota, Air Pacah.

Sekda Musi Rawas Isbandi Arsyad menyebut dipilihnya Kota Padang sebagai tempat menggali informasi karena Padang mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Kota Padang menurutnya telah menjadi yang terbaik di Sumatera setelah TPID Padang meraih penghargaan. “Yang jelas kita melihat pengendalian inflasi di Padang cukup baik. Musi Rawas ‘belajar’ dan mendapat masukan dari Kota Padang tentang tata kelola pengendalian inflasi yang lebih baik ke depan,” sebutnya.

Isbandi Arsyad menyebut setelah ‘belajar’ dengan Kota Padang, pihaknya akan menerapkan hal yang sama seperti dilakukan Kota Padang. “Kami akan mencontoh apa yang dilakukan Kota Padang,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten II Pemkab Musi Rawas Saiful Anwa Ibna menuturkan bahwa permasalahan inflasi di Musi Rawas sebenarnya lebih disebabkan oleh komoditi pangan. Komoditi pangan yang paling berpengaruh terhadap inflasi yakni bawang merah. “Untuk Musi Rawas, sayur mayur tidak masalah, akan tetapi yang mempengaruhi yakni barang lain seperti semen dan lainnya,” ujarnya.

Saiful Anwa Ibna mengaku cukup banyak informasi yang diperoleh dari TPID Kota Padang. Interaksi yang dilakukan selama beberapa jam itu menghasilkan banyak informasi. “Semoga setelah ini akan terjalin sinergi yang baik dengan Kota Padang,” harapnya.

Selain Sekdakab Musi Rawas dan Asisten II, dalam rombongan ini juga terlihat Kepala Dinas Perindagsar Musi Rawas Bambang Hermanto, Kadis TPH Heryanto, Kabag Perekonomian Suryadi, Kabid Peternakan M. Nasir, dan lainnya. Dalam pertemuan di ruang Sekdako Padang itu, Kabag Perekonomian Setdako Padang Edi Dharma mempresentasikan langkah dan upaya yang dilakukan Pemko Padang dalam mengendalikan inflasi.

Asisten II Setdako Padang Evyet Naszmar menyebut, inflasi di Kota Padang cukup dapat terkendali di beberapa tahun belakangan ini. Cabe merupakan komoditi yang mempengaruhi inflasi di Padang. Hal ini dapat diatasi salah satunya dengan mengajak TNI untuk gencar menanam cabe. “Hal ini berhasil menekan inflasi. Apalagi kita cukup bersyukur, pimpinan Bank Indonesia merupakan seorang ahli moneter, kita kerap melakukan rapat jika terjadi pergerakan inflasi,” tukasnya.

Hasudungan PS dari Bank Indonesia perwakilan Sumatera Barat menuturkan bahwa gerakan menanam cabai memang menjadi salah satu penyebab terkendalinya inflasi di Kota Padang. Selain itu yang menjadi nilai plus pada 2015 lalu yakni adanya inisiasi kerjasama antar daerah. “Dan tak kalah pentingnya yakni proses dokumentasi dan pembuatan laporan yang detail dalam penilaian pokjanas,” hematnya.

Usai mendengar presentasi dan bertanyajawab, kedua daerah saling bertukar cenderamata. Rombongan Musi Rawas juga menyempatkan diri melihat Sekretariat TPID Kota Padang yang terletak di ruang Bagian Perekonomian, Balaikota Padang.(Charlie)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *