free stats

Walikota Padang Himbau Pedagang Jangan Pakai fasilitas Umum Untuk Berjualan

Padang, AP– Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah bila tak ada kegiatan atau pertemuan dengan masyarakat, selalu mengisi waktu kosong bersepeda, sambil  menantau kondisi di Kota Padang, terutama melihat lokasi-lokasi fasilitas umum di pakai para PKL untuk berjualan.
Olahraga bersepeda ini, salah satu hobby Walikota untuk meninjau lokasi-lokasi tak tertib dan tak tertata disebabkan kurang disiplinnya para pedagang menggelar dagangannya, apalagi memakai trotoar, hak pejalan kaki.
Hal itu, harus di tertibkan dan aturan harus ditegakkan, Pol PP sebagai penertiban dan penegak Perda untuk segera ambil tindakan, bagi para PKL yang melanggar dan membandel, tak mau peduli dengan aturan dan peraturan segera ditindak, kalau tidak tentu kota ini akan semraut terus, sebut Walikota, Sabtu (20/10).
Kita tahu saat ini Kota Padang salah satu kota di Indonesia yang  menjadi kota tujuan, seperti banyak digelar acara-acara bertaraf internasional, Nasional dan bahkan Kota dan Kabupaten se-indonesia menjadi tamu sekaligus sambil kunjungi objek wisata yang ada di Kota Padang.
Maka itu, para PKL jangan seenaknya menngelar dagangan turuti aturan yang telah di sepakati, tempati tempat yang telah disediakan, dan begitu juga jam berapa boleh berdagang, dimana saja tempatnya, bukan diatas trotoar. Sebut Walikota.
Peristiwa yang menjadi Walikota marah waktu melewati  kawasan di jalan Permindo, para pedagang menjual dagangannya diatas trotoar, sehingga telah mengganggu dan merampas hak pejalan kaki.
Melihat kondisi saat itu, semraut dan tidak tertata, jelas mengganggu pandangan  tak enak, Walikota perintahkan Sat. POL PP untuk membongkar lapak-lapak para pedagang, dan ada juga sebagian menyadarinya, menutup dagangan sendiri secara spontan.
Mahyeldi katakan dan mengimbau para PKL, bahwa ditrotoar tidak boleh menggelar dagangan apapun macamnya, trotoar dikawasan permindo memang telah bagus dan rancak, bersih, tertata, dan indah di pandang mata, sebutnya.
Maka itu, diberitahikan tidak sedikit dana untuk membangun trotoar demi keindahan Kota Padang, ratusan juta dana disedut dari APBD Kota Padang di setujui DPRD dengan tujuan agar kota ini tambah menarik untuk dikunjungi para wisatawan.
Tapi sebaliknya, yang kita sayangkan para PKL tidak disiplin, menggunakan badan trotoar atau pedestrian di manfaatkan sebagai tempat berdagang.
Selanjutnya Walikota melanjutkan perjalanan bersepeda menuju kawasan lapau panjang cimpago,(LPC) juga ditemui Walikota, PKL berjualan diatas trotoar, dan juga ada parkir kendaraan diatas trotoar, saat itu, Walikota kangsung perintahkan Sat.Pol. PP ambil tindakan untuk pembersihan lokasi tersebut.
Walikota, kita tahu bahwa Trotoar harus steril dari pedagang, sebab trotoar hak pejalan kaki, jelas Mahyeldi di depan para pedagang. Sidak mendadak Walikota nampak hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medi Iswandi, Kasatpol PP Yandrison. (hms/tm)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *