free stats

Warga Gunung Pangilun Studi Wirausaha ke Konveksi Bukittinggi

Padang AP– Tekad untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui upaya penumbuhan kewirausahaan, bagi Lurah Gunung Pangilun Andi Amir, bukan main-main. Serangkaian studi wirausahapun dilakukannya bersama unsur lembaga di kelurahannya ke rumah-rumah konveksi di Bukittinggi, Jumat (6/4/2018).

“Kami melirik peluang kerjasama berupa orderan menjahit dari pengusaha konveksi di Bukittinggi. Untuk itu kami sengaja mengajak warga yang telah mendapatkan pelatihan sebelumnya,” kata Andi Amir disela kunjungannya bersama rombongan di Simpang Taluak, Bukittinggi.

Dijelaskan, melalui Ketua Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Gunung Pangilun yang memiliki relasi di Bikittinggi, terbuka kesempatan belajar sebagai pemula. Pada tahap awal, warga bisa menginduk dulu ke konveksi yang telah memproduksi seragam sekolah dan perlengkapan lainnya seperti bendera dan marawa.

“Untuk tahap awal, kami akan mengirim warga yang sudah bisa menjahit untuk mempelajari teknisnya lebih lanjut. Dari satu orang tersebut diharapkan bisa mengajari yang lain hingga menindaklanjuti kerjasama dalam partai besar,” kata Andi Amir.
Rombongan dari Kelurahan Gunung Pangilun terdiri dari Ketua PKK kelurahan, Pendamping UMKM, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat(LPM), Koordinator Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM), Ketua KJKS dan beberapa orang RW serta warga yang telah mendapatkan pelatihan menjahit.

Rombongan diterima langsung oleh pengusaha konveksi di rumah yang sekaligus menjadi tempat produksi. Tuan rumah menyambut dengan ramah dan terbuka, bahkan menawarkan kesempatan kerjasama.
Pengusaha bernama Dasrul memberikan pandangan yang lebih jauh ke depan tentang pengentasan pengangguran dengan memberikan peluang kerja bagi generasi muda, ibu rumah tangga bahkan manula juga boleh menekuni usaha serupa.

“Asalkan serius, Inshaallah usaha konveksi sangat menjanjikan. Bahkan dapat mengentaskan pengangguran,” kata Dasrul.
Terlebih lagi, lanjut Dasrul, bila ada perhatian dari pemerintah daerah untuk pembinaan bidang usaha serupa dipastikan Sumatera Barat menjadi sentra usaha konveksi yang besar. Pasalnya, beberapa provinsi di pulau Sumatera bahkan di luar Sumatera memesan perlengkapan pakaian sekolah dari konveksi yang dikelolanya bersama keluarga.

“Besarnya permintaan pasar, terkadang kami terkendala dengan modal. Adakalanya juga karena terbatasnya tenaga penjahit,” ujar Dasrul didampingi adiknya Almaidi yang juga menggeluti usaha yang sama.
Adapun dari rombongan menangkap kesempatan ini sebagai peluang emas. Selama ini selalu berpikir pesimis untuk memulai karena tidak melihat prospek pemasaran yang jelas.

Yuliandri Aang, selaku Ketua KJKS sekaligus Koordinator LKM Gunung Pangilun Jaya yang juga pengusaha mengatakan akan menyeriusi usaha ini bersama warga yang sudah bisa menjahit. Tahap awal akan dicoba menerima orderan menjahit bendera yang nantinya ditampung konveksi berlabel Al’ilmi milik Dasrul bersaudara.
“Kami akan seriusi usaha ini. Tahap awal ini dimulai dengan kerjasama menjahit bendera yang nantinya ditampung langsung di Bukittinggi,” kata Yuliandri masih disela kunjungan tersebut.(tm)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *