Senin, 28 Sep, 2026

Al Harris Umrah Resmi Dibuka, Fadly Amran Dorong Tour and Travel Datangkan Wisatawan ke Padang

Bagikan

Andalaspos,Padang –  Suasana Jalan Taman Siswa, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, terasa berbeda pada Minggu (27/9/2026). Sebuah ruang usaha yang memadukan layanan perjalanan umrah, oleh-oleh Tanah Suci, perlengkapan ibadah dan coffee shop resmi dibuka.

Adalah Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee yang memulai kiprahnya di Kota Padang. Grand opening usaha milik Harris Seswitra tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama sang pemilik usaha.

Bagi Fadly Amran, kehadiran Al Harris Umrah bukan sekadar bertambahnya pelaku usaha di sektor perjalanan religi. Lebih dari itu, usaha tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pelaku UMKM di Kota Padang.

Fadly mengatakan, Pemerintah Kota Padang siap memberikan dukungan melalui pelayanan, fasilitas mediasi, hingga kemudahan usaha bagi pelaku tour and travel maupun UMKM.

“Pemerintah Kota (Pemko) Padang siap memberikan dukungan melalui pelayanan, fasilitas mediasi, dan kemudahan usaha bagi pelaku tour and travel serta UMKM. Kami mendorong pelaku usaha mengintegrasikan layanan dengan potensi wisata dan ekonomi daerah,” ujar Fadly.

Menurutnya, industri perjalanan umrah memiliki peluang yang dapat dikembangkan lebih luas. Tour and travel di Kota Padang tidak hanya diharapkan menjadi penghubung masyarakat menuju Tanah Suci, tetapi juga dapat berperan membawa wisatawan dari luar daerah bahkan mancanegara untuk mengenal berbagai potensi yang dimiliki Kota Padang.

“Bukan hanya mengantarkan masyarakat ke Baitullah, tour and travel juga diharapkan membawa wisatawan dari luar daerah dan mancanegara ke Kota Padang. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat Padang sebagai kota gastronomi dunia,” katanya.

Baca Juga :  Fadly Amran Bawa Kota Padang Lolos Seleksi II UCCN 2027, Selangkah Lagi Jadi Kota Gastronomi Dunia

Harapan tersebut memperlihatkan bagaimana Pemko Padang ingin menghubungkan berbagai sektor ekonomi. Perjalanan religi, pariwisata, kuliner dan UMKM diharapkan dapat tumbuh dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Potensi Perputaran Ekonomi Rp1,2 Triliun

Besarnya peluang ekonomi dari perjalanan umrah juga disampaikan Kepala Seksi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang, Rizki Ronaldi.

Ia menyebut, jemaah umrah yang berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mencapai sekitar 40.000 orang per tahun.

Jika kebutuhan rata-rata mencapai sekitar Rp30 juta per jemaah, maka aktivitas tersebut memiliki potensi perputaran ekonomi sekitar Rp1,2 triliun setiap tahun.

Angka tersebut menunjukkan bahwa ekosistem haji dan umrah tidak hanya berkaitan dengan keberangkatan jemaah. Di dalamnya terdapat berbagai rantai usaha, mulai dari perjalanan, perlengkapan ibadah, makanan, oleh-oleh, transportasi hingga berbagai kebutuhan jemaah sebelum dan setelah berada di Tanah Suci.

Kehadiran Al Harris Umrah pun mengambil posisi di dalam ekosistem tersebut.

Dari Ngopi hingga Persiapan ke Tanah Suci

Owner Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee, Harris Seswitra, mengatakan tempat yang dibangunnya ingin menjadi ruang yang lebih dekat dengan masyarakat.

Bukan hanya tempat mengurus perjalanan umrah, Al Harris dirancang sebagai tempat untuk ngopi, bersilaturahmi dan membicarakan perjalanan menuju Tanah Suci dalam suasana yang lebih santai.

“Kami ingin Al Harris menjadi tempat kecil yang memberikan manfaat besar, menjadi ruang orang bertemu dan bersilaturahmi, sekaligus menjadi salah satu jalan bagi semakin banyak saudara kita untuk mengunjungi Tanah Suci,” ujar Harris.

Konsep tersebut kemudian diperkuat dengan berbagai produk dan layanan yang tersedia. Selain layanan perjalanan umrah, Al Harris menyediakan perlengkapan ibadah, roaming internasional, serta berbagai oleh-oleh dari Tanah Suci.

Baca Juga :  Audiensi Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri bersama FKS SMK Swasta, Bahas PPDB hingga Izin Sekolah Swasta

Mulai dari kurma, air zamzam, kacang Arab hingga beragam suvenir tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan konsep tersebut, Al Harris mencoba menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap bagi masyarakat yang sedang mempersiapkan perjalanan ibadah ke Tanah Suci maupun keluarga yang membutuhkan oleh-oleh sepulang umrah.

Pemko Padang Sambut Kehadiran Pelaku Usaha

Grand opening tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Kepala UPT Asrama Haji Kelas I Padang Afrizen, Kepala Seksi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang Rizki Ronaldi.

Hadir pula Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Teddy Antonius, Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Padang Utara Sa’at, serta elemen masyarakat setempat.

Bagi Fadly Amran, bertumbuhnya pelaku usaha baru di sektor haji dan umrah menjadi bagian dari dinamika ekonomi Kota Padang. Pemerintah daerah pun mendorong agar peluang tersebut dapat terkoneksi dengan sektor lain, khususnya UMKM dan pariwisata.

Di tengah upaya Padang memperkuat identitasnya sebagai kota gastronomi, Fadly berharap pelaku usaha perjalanan memiliki peran lebih luas dalam memperkenalkan kota kepada masyarakat dari berbagai daerah dan negara.

Dengan demikian, perjalanan menuju Tanah Suci tidak hanya menjadi aktivitas ibadah, tetapi juga dapat membuka ruang pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkenalkan potensi Kota Padang kepada dunia.(**)