Selasa, 13 Okt, 2026

Lantik 27 Pejabat Pemko Padang, Maigus Nasir: Birokrasi Harus Hadirkan Perubahan Nyata

Bagikan

Andalaspos,Padang – Jabatan bukan sekadar posisi dalam struktur pemerintahan. Di balik sumpah yang diucapkan dan tanggung jawab yang diserahkan, ada tuntutan agar pelayanan publik semakin baik dan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah.

Pesan itulah yang ditegaskan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 27 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Padang, di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (12/10/2026).

Sebanyak 27 pejabat yang dilantik terdiri atas tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 10 Pejabat Administrator, dan 14 Pejabat Pengawas. Pelantikan ini menjadi momentum bagi jajaran birokrasi Pemko Padang untuk memperkuat kinerja, meningkatkan profesionalisme, serta mempercepat pelaksanaan program pembangunan.

Dalam arahannya, Maigus menegaskan bahwa pejabat pemerintah tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi. Setiap pejabat harus mampu menjadi pemimpin yang menghadirkan perubahan, menyelesaikan persoalan, menciptakan inovasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Mulai hari ini, saudara tidak cukup hanya menjadi pejabat yang mampu melaksanakan rutinitas administrasi pemerintahan. Saudara harus menjadi pemimpin yang mampu menghadirkan perubahan, menyelesaikan persoalan, menciptakan inovasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Maigus.

Kinerja Pejabat Diukur dari Manfaat bagi Masyarakat

Bagi Maigus, keberhasilan birokrasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya rapat, surat yang diterbitkan, atau kegiatan yang dilaporkan. Ukuran paling penting adalah perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Ukuran keberhasilan kita bukan berapa banyak rapat yang kita lakukan, bukan berapa banyak surat yang kita keluarkan, dan bukan pula berapa banyak kegiatan yang kita laporkan. Ukuran keberhasilan kita adalah perubahan apa yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penekanan agar para pejabat yang baru dilantik tidak terjebak dalam pola kerja administratif semata. Mereka dituntut menghadirkan solusi, mengambil keputusan secara tepat, dan memastikan setiap program pemerintah memberikan hasil yang terukur.

Baca Juga :  KSB Sungai Sapiah Teraktif Dikuranji

Maigus menjelaskan, Pemko Padang saat ini menjalankan semangat *Satu Tujuan untuk Kejayaan Kota Padang* melalui sembilan program unggulan, yakni Padang Amanah, Padang Juara, Smart Surau, Sinergi Nagari, Padang Melayani, Padang Rancak, Padang Sigap, UMKM Naik Kelas, dan Jelajah Padang.

Menurutnya, seluruh program tersebut harus diwujudkan dalam kebijakan yang tepat, pelayanan yang cepat, penggunaan anggaran yang efektif, pelaksanaan yang terukur, serta hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia mengingatkan agar sembilan program unggulan itu tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi pedoman kerja seluruh perangkat daerah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Integritas dan Pelayanan Publik Jadi Prioritas

Maigus secara khusus menyoroti pentingnya integritas dan profesionalisme aparatur melalui program Padang Amanah.

Ia menegaskan tidak boleh ada pungutan liar, penyalahgunaan kewenangan, maupun perlakuan diskriminatif dalam pelayanan kepada masyarakat. Pemerintahan harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan bersih.

Selain itu, digitalisasi pelayanan publik harus terus didorong agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat, mudah, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Maigus, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dibangun melalui tindakan nyata, konsistensi pelayanan, dan keberanian aparatur menjaga prinsip integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pada saat yang sama, program Padang Melayani harus menjadi dorongan untuk mengubah paradigma birokrasi. Pemerintah, katanya, tidak boleh hanya menunggu masyarakat menyampaikan pengaduan, tetapi harus proaktif mengenali dan menyelesaikan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan sederhana jangan sampai berkembang menjadi masalah besar hanya karena lambatnya respons birokrasi.

Dengan demikian, pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu membangun budaya kerja yang tanggap, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan warga.

Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Bergeser

Baca Juga :  PSP Padang Libas Three Boys Sijunjung 5-0

Dalam pelantikan tersebut, tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama menempati posisi baru di lingkungan Pemko Padang.

Desmon Danus yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanahan kini dipercaya menjadi Sekretaris DPRD Kota Padang. Selanjutnya, Raf Indria yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik kini menjadi Kepala Dinas Pertanahan.

Sementara itu, Hendrizal Azhar yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPRD Kota Padang kini dipercaya mengemban tugas sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.

Perubahan penugasan tersebut menjadi bagian dari penataan jabatan di lingkungan pemerintah daerah. Para pejabat diharapkan dapat segera beradaptasi dengan tanggung jawab baru dan menjaga kesinambungan pelaksanaan program serta pelayanan publik.

Pelantikan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Asisten Administrasi Umum Corri Saidan, para staf ahli, serta kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemko Padang.

Amanah Jabatan untuk Kejayaan Kota Padang

Menutup arahannya, Maigus mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik. Ia berpesan agar amanah jabatan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia juga berharap Allah SWT memberikan kekuatan dan kemudahan kepada seluruh pejabat dalam menjalankan tugas demi kepentingan masyarakat dan tujuan bersama untuk kejayaan Kota Padang.

Bagi 27 pejabat tersebut, pelantikan bukanlah akhir dari proses penataan birokrasi, melainkan awal pembuktian kinerja. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan sumpah jabatan menjadi kerja nyata, memastikan program unggulan berjalan efektif, serta menghadirkan pemerintahan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebab, sebagaimana ditekankan Maigus Nasir, keberhasilan pemerintah pada akhirnya tidak ditentukan oleh banyaknya aktivitas birokrasi, tetapi oleh manfaat dan perubahan yang benar-benar dirasakan warga Kota Padang.(**)