Selasa, 21 Jul, 2026

Fadly Amran Sambut Tim Kemendagri, Percepatan Rehab Rekon dan Huntap Pascabencana Jadi Prioritas

Bagikan

Andalaspos,Padang – Wali Kota Padang Fadly Amran langsung menggerakkan langkah percepatan penanganan pascabencana setelah Pemerintah Kota Padang menerima tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp371,85 miliar dari pemerintah pusat. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk rehabilitasi, rekonstruksi, serta penguatan mitigasi bencana di Kota Padang.

Komitmen itu ditegaskan Fadly Amran saat menerima Tim Monitoring Kementerian Dalam Negeri di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin (20/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, Fadly memastikan seluruh proses pengadaan proyek telah memasuki tahap pelaksanaan.

“Hari ini tender-tendernya sudah dimulai. Alhamdulillah tim monitoring dari Kementerian juga hadir memberikan saran, masukan, sekaligus mengawal tahapan yang harus kita sinergikan agar seluruh program berjalan sesuai target,” ujar Fadly Amran.

Kehadiran Tim Monitoring Kemendagri dipimpin Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga bersama Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah Horas Maurits Panjaitan. Mereka turut didampingi Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Sekda Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Perkim Tri Hadiyanto, Kalaksa BPBD Hendri Zulviton, serta Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri.

Sebelum menggelar rapat bersama pemerintah kota, tim monitoring lebih dahulu meninjau pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Kawasan Bumi Perkemahan Pramuka, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah. Tim Kemendagri memberikan apresiasi terhadap percepatan pembangunan yang dilakukan Pemko Padang pascabencana hidrometeorologi.

Menurut Fadly Amran, pembangunan Huntap menjadi perhatian penting, bukan hanya bagi masyarakat yang terdampak langsung bencana, tetapi juga bagi warga yang nantinya harus direlokasi akibat pembangunan infrastruktur oleh balai-balai Kementerian Pekerjaan Umum.

“Kami berharap dukungan pemerintah pusat juga dapat menyentuh kebutuhan kawasan relokasi beserta seluruh infrastruktur penunjangnya agar masyarakat dapat tinggal dengan nyaman,” katanya.

Baca Juga :  Penetapan Pimpinan Definitif DPRD Sumbar Dijadwalkan Rabu, Ada Sejumlah Nama Baru

Selain mempercepat pembangunan Huntap, Fadly Amran juga memaparkan strategi jangka panjang pengendalian banjir di Kota Padang. Pemerintah Kota telah menyiapkan konsep pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan (green infrastructure) yang dipadukan dengan pembangunan infrastruktur berskala besar.

Salah satu proyek utama dalam master plan tersebut adalah pembangunan dua embung besar yang diproyeksikan menjadi solusi permanen pengendalian banjir di Kota Padang.

Fadly menilai megaproyek itu tidak mungkin dituntaskan hanya mengandalkan kemampuan APBD Kota Padang dalam lima tahun ke depan. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus agar proyek strategis tersebut dapat direalisasikan.

“Di dalam master plan sudah kami susun pembangunan dua embung besar. Ini perlu dikawal bersama karena tidak memungkinkan hanya mengandalkan kemampuan daerah. Kami berharap menjadi perhatian khusus pemerintah pusat sehingga penanganan banjir di Kota Padang dapat dilakukan secara paripurna dan masyarakat semakin terlindungi dari ancaman banjir besar di masa mendatang,” tegas Fadly Amran.

Dengan dimulainya proses tender serta pengawalan langsung dari Tim Monitoring Kemendagri, Pemerintah Kota Padang optimistis program rehabilitasi, rekonstruksi, dan mitigasi bencana dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, sekaligus memperkuat ketahanan kota menghadapi risiko bencana pada masa mendatang.(**)