Kamis, 03 Sep, 2026

Menuju Kota Metropolitan, Fadly Amran Minta Proyek Fisik Padang Tak Sekadar Berdiri, Tapi Berkualitas

Bagikan

Andalaspos,Padang – Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan pembangunan fisik di Kota Padang tidak boleh berhenti pada penyelesaian pekerjaan semata. Setiap proyek harus memiliki kualitas, kerapian, serta mampu memperkuat wajah Padang sebagai kota metropolitan.

Pesan tersebut disampaikan Fadly Amran saat memimpin Rapat Paparan Desain Pekerjaan Fisik 2026 di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026).

Dalam rapat tersebut, Fadly Amran mendengarkan secara langsung paparan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengenai progres pekerjaan yang sedang berjalan sekaligus rencana pembangunan fisik yang akan dilaksanakan.

Hadir dalam rapat itu Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Fadelan Fitra Masta, Kepala Dinas Perdagangan Fizlan Setiawan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malvi Hendri, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tri Hadiyanto, serta Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Padang Zahirwan.

Satu per satu rencana pembangunan dipaparkan. Mulai dari penataan lingkungan, pasar, infrastruktur jalan dan drainase, kawasan wisata, hingga hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.

Dari Dinas Lingkungan Hidup, Fadelan Fitra Masta menyampaikan rencana pembangunan toilet digital di kawasan Taman Rimbo Kaluang. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari peningkatan kualitas sarana publik di kawasan ruang terbuka kota.

Sementara dari sektor pariwisata, Zahirwan memaparkan rencana pengadaan gerobak bagi pelaku ekonomi kreatif Kota Padang. Fasilitas itu diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi kreatif sekaligus memperkuat daya tarik kawasan yang menjadi ruang interaksi masyarakat.

Wajah Baru Pasar Raya

Perhatian cukup besar dalam rapat tersebut tertuju pada penataan kawasan perdagangan. Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan memaparkan berbagai pekerjaan yang telah maupun akan dilaksanakan.

Baca Juga :  EMZALMI BUKA OPEN TOURNAMEN VOLLY BALL FKAN PAUH IX CUP

Di antaranya pembenahan fasade pertokoan Merlin dan Koppas Plaza, perbaikan fasade serta pembenahan bangunan Pasar Raya Padang Fase I hingga VI, hingga pengadaan CCTV di sejumlah titik strategis.

Penataan berlanjut ke Pasar Raya Padang Fase VII melalui pembenahan kios dan basement. Pemerintah kota juga menyiapkan pengerjaan dinding Blok II Pasar Raya, pembenahan sistem tata udara dan utilitas bangunan, serta pemeliharaan Pasar Raya Tanah Kongsi dan Pasar Bandar Buat.

Pengembangan pertokoan IPPI dan kawasan kuliner Gang Rajawali juga masuk dalam agenda pekerjaan fisik yang dipaparkan.

Bagi Fadly Amran, pembangunan kawasan perdagangan memiliki dimensi yang lebih luas. Pasar tidak semata-mata diposisikan sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga harus mampu menghadirkan pengalaman yang nyaman bagi masyarakat.

Karena itu, kualitas fisik dan estetika kawasan menjadi perhatian penting dalam arah pembangunan Kota Padang.

Rp50 Miliar untuk Infrastruktur Terdampak Bencana

Sektor infrastruktur juga menjadi bagian penting dalam paparan Dinas PUPR. Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menjelaskan sejumlah pekerjaan pembangunan dan perbaikan irigasi serta drainase di wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Pekerjaan tersebut mendapat dukungan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp50 miliar.

Selain penanganan kawasan terdampak bencana, Dinas PUPR juga mengerjakan rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya Padang, penataan taman dan pelataran parkir Pantai Padang, rehabilitasi basement Blok II dan III Pasar Raya Padang, serta pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan.

Rangkaian pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota memperkuat infrastruktur sekaligus mempercantik ruang-ruang publik yang menjadi wajah Kota Padang.

Huntap Terus Dikebut

Di sektor perumahan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tri Hadiyanto melaporkan progres pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi.

Baca Juga :  Paslon Mahyeldi-Hendri Septa Serahkan Berkas ke KPU Padang Diiringi Ribuan Simpatisan

Pembangunan huntap tersebut berada di Kelurahan Balai Gadang, Kelurahan Lambung Bukik Sungkai, serta Huntap Mandiri Pauh.

Pekerjaan masih berlangsung, meliputi pembangunan rumah, jalan lingkungan, drainase, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) air bersih, hingga pembangunan sumur bor.

Selain huntap, Pemko Padang juga melakukan perbaikan dan rehabilitasi rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).

Bagi Fadly Amran, seluruh pembangunan tersebut harus dikerjakan dengan standar yang sama: kuat, berkualitas, rapi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Fadly Amran: Jangan Sekadar Membangun

Di hadapan jajaran OPD, Fadly Amran memberikan penekanan agar kualitas pembangunan menjadi perhatian sejak tahap perencanaan hingga pekerjaan selesai.

Ia meminta setiap proyek menggunakan material berkualitas dan dikerjakan secara rapi. Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan bagian penting dari proses membangun identitas baru Kota Padang.

“Menuju kota metropolitan, kita harus memastikan pembangunan menggunakan bahan material terbaik dan dikerjakan dengan rapi. Pasar juga harus menjadi tempat yang nyaman dan menarik, bahkan dapat menjadi bagian dari destinasi wisata,” ujar Fadly Amran.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan arah pembangunan fisik Kota Padang pada 2026.

Bagi Fadly Amran, kota metropolitan bukan hanya tentang gedung tinggi, jalan yang lebar, atau proyek bernilai besar. Lebih dari itu, metropolitan harus tercermin dari kualitas ruang publik, kenyamanan masyarakat, ketertiban kawasan perdagangan, infrastruktur yang tangguh, serta lingkungan kota yang memiliki daya tarik.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan fisik 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur baru, tetapi juga membentuk wajah Kota Padang yang lebih modern, nyaman, tertata, dan memiliki daya saing.(**)