Kamis, 03 Sep, 2026

Dinkes Padang Perkuat Tracing TB Terintegrasi CKG, 242 Lokus Jadi Sasaran Pemeriksaan

Bagikan

Andalaspos,Padang — Upaya memutus mata rantai penularan tuberkulosis (TB) di Kota Padang terus diperkuat. Dinas Kesehatan Kota Padang kini mengintegrasikan kegiatan tracing TB dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), menyasar masyarakat yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TB maupun mereka yang mempunyai faktor risiko tertular.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Dessy M. Siddik, mengatakan tracing menjadi bagian penting dalam menemukan kasus TB sedini mungkin. Pemeriksaan dilakukan terhadap orang-orang yang dinilai berpotensi terpapar setelah berinteraksi dengan pasien TB yang telah dinyatakan positif.

Kegiatan tersebut telah dimulai sejak 19 Agustus 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan November 2026. Pelaksanaannya menjangkau 104 kelurahan di Kota Padang, dengan jumlah lokasi pemeriksaan disesuaikan berdasarkan kondisi serta jumlah kasus TB di masing-masing wilayah.

“Di Kota Padang kita mendapat 242 lokus. Setiap lokus akan melibatkan sekitar 100 orang dengan kriteria memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC atau memiliki faktor risiko terinfeksi TBC. Mereka akan kita lakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar dr. Dessy saat ditemui di Dinas Kesehatan Kota Padang, Selasa (1/9/2026).

Menurut Dessy, proses tracing tidak berhenti pada pasien TB yang sudah teridentifikasi. Petugas bersama kelurahan dan kader kesehatan akan menelusuri lingkungan interaksi pasien, mulai dari tetangga, teman kerja, teman sekolah hingga orang lain yang pernah melakukan kontak.

“Dari pasien TB yang sudah positif, kita telusuri siapa saja yang pernah berkontak, baik tetangga, teman di tempat kerja, teman sekolah, maupun orang yang pernah berinteraksi dengan pasien. Dari sana kita lakukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut,” katanya.

Mekanisme tersebut menjadi penting mengingat TB dapat menular melalui udara. Dengan menemukan orang yang terinfeksi lebih cepat, pengobatan dapat segera diberikan sekaligus mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Baca Juga :  Kantor Camat Kuranji Di Hijaukan

Masyarakat yang dalam pemeriksaan awal menunjukkan gejala atau memiliki dugaan TB akan diarahkan menjalani pemeriksaan dahak. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan positif TB, pasien akan segera mendapatkan pengobatan.

Sebaliknya, bagi masyarakat yang tidak ditemukan terinfeksi, petugas tetap memberikan edukasi mengenai cara mencegah penularan TB. Edukasi tersebut diharapkan mendorong masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih.

Dessy mengingatkan, pencegahan TB bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kesehatan. Masyarakat juga memiliki peran besar dalam mengurangi risiko penularan, terutama melalui penerapan etika batuk dan bersin.

Masyarakat diminta menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin serta tidak membuang dahak sembarangan. Kondisi rumah juga perlu menjadi perhatian, terutama dengan memastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik.

Dinkes Kota Padang berharap masyarakat yang menjadi sasaran tracing tidak mengabaikan pemeriksaan. Kesediaan meluangkan waktu untuk menjalani pemeriksaan dinilai menjadi langkah sederhana namun penting dalam melindungi diri, keluarga dan lingkungan sekitar.

“Harapan kami masyarakat yang dipilih untuk memeriksakan diri dapat meluangkan waktu untuk datang. Kalau memang sudah tertular, segera kita obati sehingga tidak menularkan kepada yang lain. Dengan begitu, penularan TB bisa kita putus dan kasus-kasus baru yang ditemukan dapat segera ditangani,” tutur dr. Dessy.

Melalui tracing yang dilakukan secara terintegrasi dengan CKG, Dinkes Kota Padang berupaya menggeser penanganan TB dari sekadar mengobati pasien yang sudah sakit menjadi langkah aktif menemukan potensi kasus lebih awal.

Di balik ratusan lokus dan ribuan sasaran pemeriksaan itu, ada satu tujuan utama yang ingin dicapai: semakin cepat seseorang diketahui terinfeksi TB, semakin cepat pula pengobatan dimulai dan semakin besar peluang mata rantai penularan diputus.(**)