Senin, 21 Sep, 2026

Fadly Amran Buka Ujian Kenaikan Tingkat Lemkari Padang, 245 Karateka Didorong Jadi Generasi Berkarakter

Bagikan

Andalaspos,Padang – Suasana Gedung BKOM dan Pelkes Sumatera Barat terasa berbeda pada Minggu (20/9/2026). Sebanyak 245 karateka dari 18 dojo se-Kota Padang berkumpul untuk melewati salah satu tahapan penting dalam perjalanan mereka: Ujian Kenaikan Tingkat-Kyu/Sabuk Semester II Tahun 2026 Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Kota Padang.

Bukan sekadar menguji kemampuan teknik dan menentukan kenaikan sabuk, ujian tersebut menjadi ruang pembentukan karakter bagi para karateka sejak usia dini.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang juga Ketua Dewan Pembina Pengurus Provinsi (Pengprov) Lemkari Sumatera Barat, membuka secara resmi kegiatan tersebut. Kehadiran Fadly sekaligus mempertegas perhatian Pemerintah Kota Padang terhadap pembinaan olahraga sebagai bagian dari pembangunan generasi muda.

Menurut Fadly, proses kenaikan tingkat dalam karate tidak semestinya dipandang hanya sebagai pencapaian memperoleh sabuk baru. Lebih jauh, setiap tahapan latihan dan ujian merupakan bagian dari pendidikan yang menanamkan disiplin, tanggung jawab, keberanian, kejujuran, serta sikap saling menghormati.

“Ujian kenaikan tingkat ini bukan sekadar proses meraih sabuk, tetapi bagian dari pendidikan olahraga yang membentuk disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan karakter bagi adik-adik karateka,” ujar Fadly.

Ia menilai pembinaan olahraga semakin penting di tengah perubahan pola aktivitas anak dan remaja yang kini banyak berhadapan dengan gadget.

Karena itu, olahraga diharapkan menjadi ruang positif yang membuat anak-anak tetap aktif bergerak, membangun interaksi sosial, membiasakan hidup sehat, sekaligus melatih ketangguhan mental.

“Kita ingin olahraga menjadi ruang bagi anak-anak untuk tumbuh sehat, disiplin, aktif, dan berprestasi. Hal ini terus kita gelorakan di Kota Padang melalui program Padang Balomba, sebagai bagian dari aktivasi Program Unggulan (Progul) Padang Juara,” katanya.

Bagi Fadly, dojo bukan hanya tempat mempelajari teknik karate. Di dalamnya terdapat proses pendidikan yang membiasakan anak untuk mengikuti aturan, menghargai pelatih dan sesama, serta bertanggung jawab terhadap setiap tindakan.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi : ASN Terlibat Narkoba Tidak Akan Ditoleransi

“Anak-anak Lemkari dididik menjadi pemimpin sejak usia dini dengan belajar patuh, disiplin, menghormati, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang penting untuk membentuk generasi emas kita,” tuturnya.

Dari Dojo Menuju Prestasi

Ujian kenaikan tingkat tersebut diikuti karateka dari 18 dojo yang tersebar di Kota Padang. Ratusan peserta menjalani proses evaluasi sebagai bagian dari pembinaan karate yang dilaksanakan secara berkala dan berjenjang.

Fadly mengapresiasi para karateka, pelatih, pengurus, maupun orang tua yang terus memberikan dukungan terhadap proses pembinaan.

Ia juga mengapresiasi konsistensi Pengprov Lemkari Sumbar dan Pengcab Lemkari Kota Padang dalam menjaga keberlanjutan pembinaan. Menurutnya, keberhasilan pembinaan olahraga tidak hanya diukur dari jumlah medali, tetapi juga dari karakter yang tumbuh melalui proses panjang latihan.

Di sisi lain, Ketua Umum Pengprov Lemkari Sumbar, Nanda Satria, menegaskan komitmen organisasi untuk terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui olahraga karate.

Nanda yang juga Wakil Ketua DPRD Sumbar itu mengatakan, karate harus mampu menjadi sarana membentuk anak muda yang tidak hanya memiliki kemampuan olahraga, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai positif dari dojo ke sekolah dan lingkungan tempat mereka berada.

“Kami berharap para karateka mampu menjadi agen perubahan di sekolah dan lingkungannya masing-masing. Begitu pula berani mencegah berbagai persoalan di kalangan remaja, serta menjadi teladan bagi teman-temannya,” kata Nanda.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan Lemkari diarahkan lebih luas daripada sekadar pencapaian prestasi di arena pertandingan. Para karateka didorong memiliki keberanian untuk bersikap, disiplin dalam menjalankan tanggung jawab, serta mampu menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya.

Menatap Porprov XVI Sumbar

Selain pembentukan karakter, perhatian Lemkari juga diarahkan pada peningkatan prestasi olahraga. Sejumlah karateka Lemkari nantinya diproyeksikan menjadi bagian dari delegasi Kota Padang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat.

Baca Juga :  Di Hadapan Ribuan Mahasiswa Unand, Fadly Amran Bicara Organisasi, Kepemimpinan hingga Masa Depan Padang

Nanda meminta para karateka yang mendapat kesempatan memperkuat Kota Padang agar menunjukkan kemampuan terbaik.

“Karateka Lemkari yang menjadi delegasi Kota Padang nantinya harus menunjukkan bahwa pembinaan kita mampu melahirkan atlet berprestasi. Kami juga berharap dari generasi ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan,” ujarnya.

Harapan itu sekaligus menjadi tantangan bagi 245 karateka yang mengikuti ujian. Sabuk yang mereka perjuangkan bukan sekadar simbol kenaikan tingkat, melainkan penanda dari proses latihan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang telah mereka jalani.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Lemkari Kota Padang Surfa Yondri, Sekretaris Umum KONI Kota Padang Tri Putra Juniadi, jajaran Pengprov Lemkari Sumbar, serta para pelatih dan karateka dari 18 dojo.

Dari tatami dan dojo, pembinaan itu diharapkan terus berlanjut menjadi bekal kehidupan. Sebab bagi Lemkari dan Fadly Amran, prestasi olahraga hanyalah salah satu hasil dari sebuah proses yang lebih besar: membentuk generasi muda Kota Padang yang sehat, disiplin, tangguh, berkarakter, dan siap mengambil peran di masa depan.(**)