Selasa, 06 Okt, 2026

Atlet Panahan Kota Padang Bersinar di Porprov XVI, 32 Medali Berhasil Dibawa Pulang

Bagikan

Andalaspos,Padang – Deretan anak panah melesat tepat menuju sasaran. Di balik ketenangan para pemanah, tersimpan kerja keras panjang yang akhirnya berbuah manis bagi kontingen Kota Padang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.

Setelah seluruh nomor pertandingan cabang olahraga (cabor) panahan di berbagai divisi tuntas digelar, Kota Padang mencatatkan capaian 32 medali, terdiri dari 9 emas, 9 perak, dan 14 perunggu.

Capaian tersebut menjadi gambaran kuatnya persiapan kontingen Kota Padang yang menurunkan 32 atlet untuk bertanding di berbagai nomor dan divisi.

Namun, salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Sadjila Nuke Febidara.

Atlet panahan Kota Padang tersebut tampil cemerlang dengan menyapu bersih empat medali emas dari divisi recurve. Torehan itu sekaligus menjadikan Sadjila sebagai salah satu penyumbang medali emas terbanyak bagi kontingen Kota Padang.

“Alhamdulillah, saya bisa mendapatkan 4 medali emas dari divisi recurve. Saya sangat bersyukur bisa menyapu bersih semua medali emas di divisi ini,” ujar Sadjila, Selasa (6/10/2026).

Performa Sadjila menunjukkan bahwa ketepatan bidikan bukan sekadar persoalan kemampuan teknis. Di arena pertandingan, konsentrasi, ketenangan, konsistensi, dan kesiapan mental menjadi bagian penting untuk menjaga anak panah tetap mengarah ke sasaran.

Sadjila juga menjelaskan bahwa aturan usia dalam cabor panahan disesuaikan dengan divisi yang diikuti. Untuk standard bow, misalnya, terdapat batas usia hingga 20 tahun. Sementara itu, divisi recurve dan compound tidak memiliki batasan usia.

Alfi Beben One Dorong Perluasan Klub Panahan

Di balik pencapaian para atlet tersebut, Ketua Perpani Kota Padang Alfi Beben One menegaskan bahwa prestasi Porprov 2026 harus menjadi momentum untuk memperluas pembinaan atlet panahan di Kota Padang.

Baca Juga :  769 PEJABAT PEMKO PADANG DILANTIK

Menurut Alfi, Perpani Kota Padang kini tengah bersemangat membuka lebih banyak klub baru. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperbesar basis atlet sekaligus menyiapkan regenerasi pemanah yang akan membawa nama Kota Padang pada berbagai ajang mendatang.

“Kami di Padang ni lagi semangat-semangatnya membuka klub-klub baru untuk Kota Padang. Sekarang kita buka yang pertama tuh lapangan di DPRD Kota Padang, dan yang kedua Perpani di Kelurahan Bandar Buat, Kompleks Unand,” kata Alfi.

Pembukaan tempat latihan dan klub baru tersebut diharapkan membuat kesempatan masyarakat untuk mengenal dan menekuni olahraga panahan semakin luas.

Bagi Alfi, pembinaan tidak cukup hanya mengandalkan atlet yang sudah berprestasi. Regenerasi harus disiapkan sejak dini agar stok atlet potensial terus bertambah.

Terlebih, Kota Padang disebut tengah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan menjadi tuan rumah Porprov Sumbar 2028.

“Insyaallah Kota Padang mungkin 2028 menjadi tuan rumah Porprov. Jadi bagaimana kita membuat atlet kita sebanyak mungkin untuk menjadi juara, mendapat mendulang emas,” ujarnya.

32 Medali Jadi Modal Pembinaan

Capaian 9 emas, 9 perak, dan 14 perunggu pada Porprov XVI Sumbar 2026 menjadi modal penting bagi Perpani Kota Padang untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat program pembinaan.

Bagi para atlet, setiap medali yang diraih bukan hanya angka dalam daftar perolehan medali. Di baliknya terdapat latihan berulang, pembentukan mental bertanding, hingga kemampuan menjaga konsentrasi ketika berada di bawah tekanan kompetisi.

Sementara bagi Perpani Kota Padang, keberhasilan tersebut menjadi dorongan untuk memperluas pembinaan melalui klub-klub baru.

Alfi pun menyampaikan apresiasinya kepada seluruh atlet yang telah berjuang membawa nama Kota Padang di arena Porprov XVI Sumbar.

Dengan munculnya atlet seperti Sadjila Nuke Febidara dan semakin luasnya ruang pembinaan, panahan Kota Padang kini memiliki modal untuk terus melahirkan pemanah berprestasi.

Baca Juga :  Padang Semakin Rancak Tagline di Bangun di Medan Berat

Anak panah telah menemukan sasarannya. Tantangan berikutnya adalah memastikan semakin banyak atlet muda Kota Padang memiliki kesempatan untuk menarik busur, membidik, dan suatu hari berdiri di podium membawa pulang medali untuk daerahnya.(**)