Senin, 28 Sep, 2026

Maigus Nasir Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Padang Siapkan 1.400 Dosis Vaksin Rabies Gratis

Bagikan

Andalaspos,Padang – Ancaman rabies membutuhkan kewaspadaan dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan petugas kesehatan hewan, pencegahan penyakit mematikan ini juga memerlukan peran aktif masyarakat, organisasi profesi, sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas pemilik hewan.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka peringatan World Rabies Day atau Hari Rabies Sedunia 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di halaman Kantor Camat Padang Selatan, Senin (28/9/2026).

Mengusung tema “Stronger Together”, peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempercepat pencegahan dan pengendalian rabies, khususnya di Kota Padang.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Padang bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumbar, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sumbar.

Maigus Nasir menegaskan, rabies merupakan penyakit menular berbahaya yang membutuhkan langkah pencegahan secara konsisten. Sebab, ketika gejala klinis rabies telah muncul, risiko kematian sangat tinggi.

“Rabies merupakan virus mematikan sehingga pencegahan menjadi langkah utama. Pengendalian rabies tidak cukup dilakukan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh potensi masyarakat,” tegas Maigus.

### Pemko Padang Siapkan 1.400 Dosis Vaksin Gratis

Salah satu langkah konkret yang dilakukan Pemko Padang adalah menyediakan vaksin rabies gratis bagi hewan peliharaan masyarakat.

Maigus mengungkapkan, pada 2026 Pemko Padang telah menyiapkan sebanyak 1.400 dosis vaksin rabies. Hingga pelaksanaan kegiatan tersebut, vaksinasi telah diberikan kepada 421 anjing dan kucing peliharaan.

Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan perlindungan terhadap hewan penular rabies sekaligus menekan risiko penularan kepada manusia.

Menurut Maigus, keberhasilan pengendalian rabies tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan vaksin, tetapi juga kesadaran pemilik hewan untuk memastikan peliharaannya mendapatkan vaksinasi sesuai kebutuhan.

Baca Juga :  Mahasiswa Sumbar Demonstrasi Perjuangkan Nasib Guru, Wakil Ketua DPRD Evi Yandri: Sedang Dibahas di Dewan, Kami Siap Fasilitasi

Karena itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan layanan vaksinasi yang tersedia serta meningkatkan tanggung jawab dalam memelihara hewan.

Pemko Padang juga merencanakan penguatan pengendalian populasi anjing liar pada 2027. Upaya tersebut akan melibatkan Dubalang Kota di setiap kelurahan, forum RT/RW, serta berbagai komunitas masyarakat.

Pelibatan unsur masyarakat di tingkat kelurahan diharapkan dapat memperkuat sosialisasi, pengawasan, dan koordinasi dalam mencegah risiko gigitan hewan penular rabies.

### Edukasi Diperluas hingga Sekolah dan Komunitas

Selain vaksinasi, Maigus menekankan pentingnya edukasi yang menjangkau masyarakat secara langsung.

Menurutnya, pemahaman tentang bahaya rabies perlu diperkuat melalui forum RT/RW, kelurahan, sekolah, komunitas, kelompok berburu, hingga perguruan tinggi di Kota Padang.

Edukasi tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih memahami cara menghindari gigitan hewan penular rabies, mengenali risiko, serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi gigitan atau cakaran.

Langkah ini sekaligus menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam sistem pencegahan rabies, bukan sekadar penerima informasi dari pemerintah.

Dengan keterlibatan berbagai unsur, upaya pengendalian diharapkan dapat berjalan lebih luas dan menjangkau lingkungan tempat masyarakat beraktivitas sehari-hari.

### Sumbar Masih Berstatus Daerah Endemis Rabies

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Sukarli, mengungkapkan bahwa Sumatera Barat masih menjadi daerah endemis rabies.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sepanjang 2025 tercatat 93 kasus positif rabies pada hewan. Sementara itu, hingga September 2026, terdapat 53 kasus positif yang terdiri atas 30 kasus pada anjing, 21 kasus pada kucing, dan dua kasus pada kambing.

Data tersebut menunjukkan bahwa rabies masih menjadi tantangan kesehatan hewan yang memerlukan perhatian serius dan penanganan berkelanjutan.

Sukarli menjelaskan, rabies hampir 100 persen berakibat fatal setelah gejala klinis muncul. Namun, risiko kematian pada manusia dapat dicegah melalui tindakan yang tepat dan sedini mungkin setelah terpapar.

Baca Juga :  132 Masjid Siap di Kunjungi Tim Safari Ramadhan Pemko Padang

“Rabies hampir 100 persen fatal setelah gejala klinis muncul, tetapi kematian dapat dicegah melalui vaksinasi dan penanganan sedini mungkin,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gigitan maupun cakaran hewan yang berpotensi menularkan rabies.

Jika mengalami gigitan atau cakaran, masyarakat diminta segera mencuci luka menggunakan air mengalir dan sabun selama 15 menit, kemudian mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Penanganan cepat menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko berkembangnya infeksi setelah seseorang terpapar virus rabies.

### Vaksinasi Massal hingga Pemeriksaan Hewan di Shelter

Pada kesempatan yang sama, Ketua PDHI Cabang Sumbar, Wahidin Beruh, menyampaikan bahwa peringatan World Rabies Day 2026 di Kota Padang menjadi momentum memperkuat aksi bersama antara pemerintah dan organisasi profesi dokter hewan.

Rangkaian kegiatan tidak hanya berpusat pada seremoni, tetapi juga diarahkan pada langkah nyata yang menyentuh masyarakat dan kesehatan hewan.

Kegiatan tersebut meliputi vaksinasi rabies massal bagi anjing dan kucing, pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di tingkat SD, SMP, dan SMA di Kecamatan Padang Selatan, serta pemeriksaan dan pengobatan hewan di tiga shelter.

Menurut Wahidin, pendekatan yang menggabungkan vaksinasi, edukasi, dan pelayanan kesehatan hewan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan rabies.

Kegiatan edukasi di sekolah juga diharapkan membantu anak-anak memahami cara berinteraksi dengan hewan secara aman dan mengetahui langkah yang harus dilakukan jika mengalami gigitan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar Sukarli, Kepala BKHIT Sumbar RM Ende Dezeanto, Ketua PDHI Cabang Sumbar Wahidin Beruh, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Padang, serta Camat Padang Selatan Wilman Muchtar.

Baca Juga :  Pembangunan Penataan Wisata Pantai Air Manis Di Lanjutkan

### Kolaborasi Menjadi Kunci Pencegahan

Peringatan World Rabies Day 2026 menegaskan bahwa pengendalian rabies membutuhkan upaya terpadu, mulai dari vaksinasi hewan, edukasi masyarakat, pengawasan hewan berisiko, hingga penanganan cepat terhadap korban gigitan.

Pemerintah, tenaga kesehatan, dokter hewan, lembaga pendidikan, komunitas, dan pemilik hewan memiliki peran yang saling melengkapi dalam memutus rantai penularan.

Melalui semangat Stronger Together, Maigus Nasir berharap keterlibatan seluruh elemen masyarakat semakin kuat sehingga upaya pencegahan rabies di Kota Padang dapat berjalan lebih efektif.

Kesadaran untuk memvaksinasi hewan peliharaan, menghindari kontak berisiko dengan hewan yang tidak dikenal, serta segera mencari pertolongan medis setelah gigitan menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Sebab, dalam menghadapi rabies, pencegahan dan penanganan dini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kepentingan bersama.(**)