Rabu, 14 Okt, 2026

Maigus Nasir Turun Langsung Temui Korban Kebakaran di Limau Manis, Setiap KK Terima Rp1,5 Juta

Bagikan

Andalaspos,Padang – Di tengah duka akibat kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan dan harta benda, kehadiran pemerintah menjadi harapan bagi warga untuk kembali menata kehidupan. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, turun langsung menemui korban kebakaran di Jalan Jawa Gadut, RT 04 RW 02, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Selasa (13/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Maigus tidak hanya meninjau kondisi warga terdampak, tetapi juga menyerahkan bantuan tunai dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang sebesar Rp1,5 juta untuk setiap kepala keluarga (KK).

Bantuan itu disalurkan kepada sembilan KK atau sebanyak 41 jiwa yang terdampak musibah kebakaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk membantu warga memenuhi kebutuhan mendesak selama masa pemulihan.

Maigus menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa masyarakat di kawasan Gadut tersebut. Ia menegaskan, Pemko Padang berupaya memastikan warga terdampak memperoleh perhatian dan bantuan sesuai kebutuhan.

“Bantuan yang kita berikan merupakan wujud kehadiran Pemko Padang melalui Program Unggulan (Progul) Padang Sigap dan Padang Melayani. Semoga dapat meringankan beban bapak dan ibu dalam memenuhi kebutuhan selama masa pemulihan,” ujar Maigus.

Kebakaran Hanguskan Sejumlah Bangunan

Musibah kebakaran terjadi pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 07.35 WIB. Api menghanguskan sejumlah rumah toko (ruko), toko, dan rumah petak. Sejumlah kendaraan serta gerobak kontainer minuman juga ikut terbakar.

Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp3 miliar. Besarnya kerugian itu membuat bantuan darurat menjadi penting untuk membantu warga menghadapi situasi pascakebakaran.

Selain bantuan dari Baznas, Maigus memastikan Pemko Padang telah menyiapkan dukungan melalui program Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT).

Untuk mempercepat proses penyaluran, ia menginstruksikan jajaran terkait agar melakukan pendataan warga terdampak secara akurat dan terperinci. Kelengkapan dokumen administrasi pencairan juga diminta segera dipenuhi agar proses bantuan dapat berjalan lebih cepat.

Baca Juga :  Penantian Panjang Honorer Pemko Padang Berbuah SK PPPK, Titik Penting Lanjutkan Pengabdian

Menurut Maigus, ketepatan data dan percepatan administrasi menjadi bagian penting agar bantuan pemerintah dapat disalurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Maigus Dorong Kesiapsiagaan Cegah Kebakaran

Di balik upaya pemulihan, Maigus juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu gangguan instalasi listrik.

Ia menyoroti penggunaan stop kontak atau colokan listrik secara berlebihan yang dapat menimbulkan panas pada instalasi kabel dan meningkatkan risiko kebakaran.

Maigus menilai, pencegahan perlu menjadi perhatian bersama, baik di lingkungan rumah tangga maupun kawasan usaha dan permukiman padat.

Ia juga mendorong Dinas Pemadam Kebakaran bersama aparatur kecamatan dan kelurahan untuk menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di titik-titik strategis.

“Kami berharap Dinas Pemadam Kebakaran bersama aparatur pemerintah kecamatan dan kelurahan dapat menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di titik-titik strategis. Sehingga masyarakat dapat melakukan penanganan awal sebelum armada pemadam tiba di lokasi,” katanya.

Menurutnya, ketersediaan sarana pemadam awal dapat membantu masyarakat melakukan penanganan dini ketika terjadi kebakaran, sepanjang situasi masih aman dan api belum membahayakan keselamatan.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Dalam kunjungan tersebut, Maigus didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Pauh Yandry, Lurah Limau Manis Barma Heri, Ketua Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Pauh Sudirman, serta elemen masyarakat setempat.

Kehadiran jajaran pemerintah dan unsur masyarakat diharapkan memperkuat koordinasi dalam penanganan dampak kebakaran, mulai dari pendataan korban hingga pemenuhan kebutuhan warga selama masa pemulihan.

Bagi sembilan keluarga yang terdampak, bantuan darurat menjadi langkah awal untuk menghadapi hari-hari setelah musibah. Sementara itu, percepatan bantuan lanjutan, ketepatan pendataan, dan peningkatan kesiapsiagaan menjadi pekerjaan penting agar penanganan korban berjalan optimal sekaligus mengurangi risiko kejadian serupa di kemudian hari.(**)