Selasa, 06 Okt, 2026

Muhidi Dorong Guru PPPK Jadi Penggerak Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Bagikan

Andalaspos,Padang – Menjadi guru bukan sekadar berdiri di depan kelas dan menyampaikan pelajaran. Lebih dari itu, seorang pendidik memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk cara berpikir, karakter hingga masa depan peserta didik.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, saat memberikan arahan pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru PPPK Provinsi Sumatera Barat, Selasa (6/10/2026).

Menurut Muhidi, guru memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang akan membawa Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. Tantangan tersebut semakin besar karena perubahan dunia berlangsung sangat cepat dan menyentuh hampir seluruh bidang kehidupan.

“Pendidik bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi agen perubahan. Kita harus mampu mengubah pola pikir peserta didik, membangun karakter dan adab mereka, serta mengolah ilmu menjadi kompetensi yang memberikan manfaat,” kata Muhidi.

Ia menilai, sekolah harus menjadi ruang yang mampu menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri anak-anak. Karena itu, peserta didik perlu terus dimotivasi agar memiliki kemauan untuk belajar, berani berkembang dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

Muhidi juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam mendidik generasi muda. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada guru, tetapi membutuhkan hubungan yang kuat antara sekolah, peserta didik, orang tua dan lingkungan masyarakat.

“Kalau kita mengelola anak-anak, tidak bisa sendiri. Kebersamaan dan silaturahmi menjadi kunci. Dengan komunikasi yang baik, banyak hal positif yang bisa kita bangun bersama,” ujarnya.

Ia mengingatkan, Indonesia tengah menuju momentum 100 tahun kemerdekaan pada 2045. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dipersiapkan sejak sekarang agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru menjadi tantangan.

Karena itu, generasi yang dipersiapkan tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik. Anak-anak juga harus memiliki kekuatan iman, akhlak yang mulia, wawasan luas serta kemampuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Baca Juga :  Berjalan Semarak, Piala Wali Kota Padang 2019 Resmi Ditutup

“Kita berharap dalam 10 tahun ke depan bisa mencetak SDM yang unggul. Generasi yang kuat imannya, mulia akhlaknya, luas ilmu pengetahuannya dan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan,” tuturnya.

Muhidi menyebut perubahan global yang semakin cepat membuat dunia pendidikan harus ikut beradaptasi. Perkembangan teknologi, perubahan pola kerja dan disrupsi di berbagai sektor menuntut lahirnya sumber daya manusia yang fleksibel, kreatif dan mampu mengikuti perkembangan tanpa kehilangan nilai-nilai dasar.

“Kita membutuhkan SDM yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, tetapi jangan sampai terbawa oleh perubahan. Ini menjadi tugas penting dunia pendidikan,” katanya.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Indonesia juga harus didukung oleh kualitas manusia yang mampu mengelolanya. Jika sumber daya manusia memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, potensi yang dimiliki daerah maupun negara dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi.

Di sinilah, kata Muhidi, pendidikan memegang peranan penting.

Ia berharap para guru PPPK terus meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat keteladanan dalam menjalankan tugas. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menjadi contoh bagi peserta didik dalam sikap, disiplin dan kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan bukan hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi. Guru harus mampu memberikan keteladanan dan menanamkan nilai-nilai yang akan menjadi bekal anak-anak menghadapi masa depan,” tegasnya.

Melalui peningkatan kompetensi guru, Muhidi berharap kualitas pendidikan di Sumatera Barat semakin kuat dan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berdaya saing dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta pembangunan bangsa.

“Guru hari ini sedang menyiapkan generasi yang akan menentukan wajah Indonesia pada 2045. Karena itu, tugas seorang pendidik adalah tugas besar yang harus dijalankan dengan ilmu, keteladanan dan keikhlasan,” pungkasnya.(**)