Sabtu, 31 Okt, 2026

Pulihkan Infrastruktur Pascabencana, Fadly Amran Pantau Pembangunan Jalan Limau Manis hingga Batu Busuk

Bagikan

Andalaspos,Padang – Pemulihan infrastruktur pascabencana menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Padang. Wali Kota Padang Fadly Amran turun langsung meninjau sejumlah proyek pembangunan jalan, turap, dan drainase pada Jumat (30/10/2026), guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Fadly Amran didampingi Anggota DPRD Kota Padang Rafdi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang Malvi Hendri, serta Camat Pauh Yandry.

Sejumlah lokasi yang dikunjungi meliputi pembangunan Jalan Lingkar Limau Manis menuju Kampus Universitas Andalas (Unand), pembangunan turap di kawasan Jembatan Batu Busuk, betonisasi jalan menuju Hunian Tetap (Huntap) Sungkai, serta pembangunan dan perbaikan drainase di kawasan Pasar Ambacang.

Fadly mengapresiasi progres pekerjaan yang dilaksanakan Dinas PUPR Kota Padang. Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur harus terus dipacu agar akses masyarakat semakin baik sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Kami meminta Dinas PUPR Kota Padang agar mempercepat penyelesaian seluruh pekerjaan ini. Dengan begitu, akses masyarakat dapat segera menjadi lebih baik dan infrastruktur yang dibangun bisa mendukung upaya penanggulangan bencana secara berkelanjutan,” ujar Fadly.

Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki kerusakan yang ada. Pembangunan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan upaya pengurangan risiko bencana, sehingga infrastruktur yang dibangun mampu menunjang aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan pengendalian dan penanganan secara terpadu, dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota, serta seluruh elemen terkait. Kita harus bergerak bersama agar penanganan dan pemulihan dapat berjalan berkesinambungan,” katanya.

Jalan Lingkar Limau Manis Capai 54 Persen

Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menjelaskan, pembangunan Jalan Lingkar Limau Manis memiliki panjang sekitar empat kilometer dengan anggaran kurang lebih Rp8 miliar. Hingga peninjauan dilakukan, progres pekerjaan telah mencapai 54 persen.

Baca Juga :  Ketua DPRD Padang Desak Pemko Untuk Revisi Perwako Nomor 11 Tentang Dana Hibah dan Sosial

Pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas kawasan, menjadi akses alternatif untuk mengurai kemacetan, serta mendukung mobilitas masyarakat menuju Kampus Universitas Andalas dan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya.

“Jalan ini merupakan salah satu akses alternatif untuk mengurai kemacetan. Selain itu, terdapat permintaan dari pihak Universitas Andalas agar akses jalan tersebut dapat diperbaiki, sehingga dapat mendukung mobilitas masyarakat, khususnya warga yang menuju rumah sakit,” jelas Malvi.

Pekerjaan di kawasan Limau Manis juga mencakup pembangunan dinding penahan tebing atau turap untuk menjaga kestabilan badan jalan. Keberadaan turap menjadi bagian penting dalam mendukung keamanan konstruksi, terutama pada ruas yang berhadapan dengan kondisi lereng.

Penanganan Jalan dan Turap di Batu Busuk

Peninjauan berlanjut ke kawasan Batu Busuk. Di lokasi ini, penanganan infrastruktur mencakup perbaikan akses jalan dari Simpang Batu Busuk menuju jembatan sepanjang kurang lebih 600 meter, penanganan oprit jembatan, pembangunan turap, serta pembangunan akses jalan sekitar 120 meter.

Pekerjaan juga dilakukan pada ruas jalan di kawasan Kampung Tanjung. Secara keseluruhan, panjang penanganan infrastruktur di kawasan tersebut mencapai sekitar 1,8 kilometer.

Perbaikan akses jalan dan pembangunan turap diharapkan dapat meningkatkan keamanan serta kelancaran mobilitas masyarakat. Infrastruktur yang lebih baik juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemulihan kawasan yang membutuhkan penanganan pascabencana.

Betonisasi Jalan Menuju Huntap Sungkai

Di kawasan Hunian Tetap Sungkai, Dinas PUPR Kota Padang melaksanakan betonisasi jalan sepanjang kurang lebih 850 meter.

Pembangunan ini ditujukan untuk mempermudah akses masyarakat menuju kawasan hunian tetap yang telah dibangun. Jalan yang lebih memadai diharapkan mendukung aktivitas sehari-hari warga, termasuk akses terhadap layanan publik dan kebutuhan dasar.

Baca Juga :  Wako Mahyeldi Himbau Pengusaha Apotik Harus Mempunyai Izin

Bagi masyarakat yang bermukim di kawasan hunian tetap, akses jalan menjadi salah satu unsur penting agar proses pemulihan kehidupan setelah bencana dapat berjalan lebih baik.

Drainase Pasar Ambacang Diperbaiki

Sementara itu, pembangunan dan perbaikan drainase dilakukan di sisi kiri dan kanan Jalan Dr. Moh. Hatta, kawasan Pasar Ambacang, dengan panjang penanganan sekitar 1,2 kilometer.

Malvi menjelaskan, pekerjaan tersebut diperlukan karena sebagian saluran drainase sebelumnya mengalami kerusakan dan tertutup bangunan masyarakat. Kondisi itu menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani agar fungsi saluran air dapat kembali berjalan lebih optimal.

Perbaikan drainase diharapkan membantu memperlancar aliran air dan mengurangi risiko genangan ketika hujan turun. Namun, efektivitasnya juga perlu didukung pemeliharaan saluran secara berkala serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Percepatan Pembangunan Jadi Perhatian

Fadly Amran menegaskan, seluruh proyek yang ditinjau harus diselesaikan sesuai perencanaan dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan dan aspek keselamatan.

Ia berharap pembangunan jalan, turap, dan drainase tersebut tidak hanya memperbaiki akses transportasi, tetapi juga memperkuat kesiapan Kota Padang dalam menghadapi risiko bencana pada masa mendatang.

Pemerintah Kota Padang pun mendorong koordinasi lintas pemerintahan dan seluruh pihak terkait agar pemulihan infrastruktur berlangsung terpadu serta berkesinambungan.

Dengan percepatan pekerjaan dan pengawasan yang konsisten, berbagai proyek tersebut diharapkan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menunjang mobilitas, memperbaiki sistem drainase, dan meningkatkan ketahanan infrastruktur di Kota Padang.(**)