Jumat, 02 Okt, 2026

Rahmat Saleh Tegaskan Kawal Pemulihan Pertanian Pascabanjir di Sumbar

Bagikan

‎Andalaspos,Padang – Anggota Komisi IV DPR RI H. Rahmat Saleh kembali menegaskan komitmennya mengawal pemulihan sektor pertanian pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat.
‎
‎Perbaikan dinilai penting agar lahan pertanian masyarakat yang terdampak bisa segera kembali dimanfaatkan.
‎
‎Hal itu disampaikannya saat bertemu masyarakat dalam kegiatan serap aspirasi di Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (1/5/2026).
‎
‎Dalam pertemuan itu, ia juga mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga pascabencana.
‎
‎Rahmat menjelaskan Komisi IV DPR RI merupakan komisi yang membidangi sektor pertanian, kelautan, perikanan, dan kehutanan.
‎
‎Karena itu, menurut dia, pihaknya memiliki perhatian khusus terhadap kerusakan sektor pertanian yang dialami masyarakat akibat banjir bandang.
‎
‎Rahmat menyebut telah aktif mengawal berbagai bantuan untuk daerah terdampak banjir, khususnya di Kota Padang.
‎
‎Upaya tersebut, katanya, dilakukan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan masyarakat bisa segera bangkit.
‎
‎“Alhamdulillah, Sumatera Barat sudah kita kawal untuk perbaikan akibat banjir bandang, terutama Kota Padang,” ujarnya.
‎
‎Rahmat mengungkapkan pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp320 miliar untuk perbaikan sektor pertanian di Sumatera Barat.
‎
‎Dana tersebut saat ini telah disalurkan kepada pemerintah provinsi untuk selanjutnya digunakan dalam program pemulihan dan perbaikan infrastruktur pertanian yang terdampak.
‎
‎Dia menilai dukungan anggaran tersebut sangat penting mengingat sektor pertanian menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di berbagai daerah di Sumbar.
‎
‎”Karena itu, pemulihan lahan dan sarana pertanian harus segera dilakukan agar aktivitas produksi tidak terganggu terlalu lama,” katanya.
‎
‎Rahmat juga mencontohkan kerusakan cukup parah terjadi, salah satunya di wilayah Limau Manis, Padang.h
‎
‎Menurutnya, areal persawahan masyarakat di kawasan itu mengalami kerusakan akibat aliran sungai yang meluap saat banjir bandang menerjang.
‎
‎“Mulai dari Batu Busuk sampai ke Pasar Baru, sawah masyarakat habis. Bahkan ada yang berubah jadi aliran sungai,” katanya.
‎
‎Kondisi tersebut menunjukkan besarnya dampak bencana terhadap para petani.
‎
‎Sebab, selain merusak lahan, banjir juga mengganggu sumber penghidupan masyarakat yang selama ini bergantung pada hasil pertanian.
‎
‎Rahmat memastikan pemerintah akan segera melakukan normalisasi serta optimalisasi lahan pertanian yang rusak agar bisa kembali dimanfaatkan masyarakat.
‎
‎Langkah itu diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi warga pascabanjir.
‎
‎Menurutnya, sektor pertanian harus menjadi prioritas penanganan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup masyarakat dan ketahanan pangan daerah.
‎
‎”Kita berharap seluruh proses perbaikan dapat berjalan lancar sehingga petani dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (Gilang)

Baca Juga :  Gubernur dan Wagub Sumbar Kibarkan Merah Putih di Dasar Laut Samudera Hindia