Sabtu, 05 Sep, 2026

Wakil Walikota Maigus Nasir Dorong Komisi X DPR RI Perkuat Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana di Kota Padang

Bagikan

Andalaspos,Padang — Jejak bencana hidrometeorologi November 2025 masih terlihat dalam denyut pendidikan Kota Padang. Sejumlah sekolah yang terdampak harus kembali diperkuat agar bukan hanya menjadi tempat belajar yang nyaman, tetapi juga ruang yang mampu melindungi generasi muda ketika bencana kembali datang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (4/9/2026).

Sebelum pertemuan, Maigus Nasir bersama rombongan Komisi X DPR RI turun langsung meninjau rehabilitasi SDN 04 Baringin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, serta SDN 32 Kuranji, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.

Kedua sekolah tersebut merupakan bagian dari satuan pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi November 2025.

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang mencatat sebanyak 15 SD mendapatkan bantuan revitalisasi pascabencana dari pemerintah pusat dengan total anggaran mencapai Rp7,74 miliar. Pengerjaan program tersebut telah dimulai sejak April 2026.

Bagi Maigus Nasir, pembangunan kembali sekolah tidak boleh berhenti pada memperbaiki kerusakan fisik. Faktor lingkungan dan potensi bencana harus menjadi pertimbangan utama agar persoalan serupa tidak berulang.

“Sekolah-sekolah yang berada di pinggir sungai membutuhkan dukungan untuk normalisasi dan penguatan infrastruktur. Kami juga berharap Komisi X mendorong sekolah di Kota Padang menjadi prioritas revitalisasi pada 2026 maupun diusulkan untuk 2027,” kata Maigus.

Infrastruktur Pendidikan Harus Berjalan Bersama Mitigasi

Maigus menegaskan, penguatan infrastruktur pendidikan perlu berjalan beriringan dengan pendidikan kebencanaan.

Pemko Padang, kata dia, terus mendorong penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Saat ini program tersebut telah diterapkan di 130 sekolah di Kota Padang.

Baca Juga :  Tigo Tungku Sajarangan Bertekad Sukseskan Pemilu Aman dan Damai

Menurut Maigus, sekolah bukan sekadar tempat berlangsungnya proses belajar-mengajar. Sekolah juga menjadi ruang strategis untuk membentuk generasi yang memahami risiko dan mampu mengambil langkah tepat ketika bencana terjadi.

“Kita tidak hanya melakukan ikhtiar secara fisik, tetapi juga menyiapkan generasi melalui pendidikan mitigasi bencana. Sekolah dan rumah ibadah harus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.

Selain mitigasi, Maigus menyampaikan berbagai upaya Pemko Padang memperkuat kualitas pendidikan melalui program unggulan seperti Padang Juara dan Smart Surau.

Program Padang Juara diarahkan untuk membantu pendidikan keluarga kurang mampu, termasuk memenuhi kebutuhan sekolah hingga pemberian beasiswa perguruan tinggi.

Sementara Smart Surau dikembangkan untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis rumah ibadah dengan mengintegrasikannya bersama aktivitas masyarakat.

Aspirasi Padang Dibawa ke Pemerintah Pusat

Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro menyambut aspirasi yang disampaikan Maigus Nasir. Ia memastikan masukan dari Pemko Padang dan para pemangku kepentingan pendidikan akan menjadi bahan Komisi X dalam menjalankan fungsi pengawasan sekaligus menyusun rekomendasi kepada pemerintah pusat.

Agung menilai pemulihan sekolah pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh.

“Kita siap mendorong pemulihan sektor pendidikan dilakukan secara terpadu, cepat, dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan pemerataan akses belajar serta mitigasi risiko bencana dalam pembangunan kembali sarana pendidikan,” tegas Agung.

Menurutnya, rehabilitasi sekolah tidak semestinya sekadar mengembalikan bangunan ke kondisi sebelum bencana. Infrastruktur yang dibangun kembali harus memiliki tingkat keamanan dan ketangguhan lebih baik.

“Aspirasi ini akan menjadi bahan kami di Komisi X dalam menjalankan fungsi pengawasan dan merumuskan rekomendasi kepada pemerintah pusat guna memperlancar pemulihan pendidikan pascabencana. Infrastruktur sekolah yang dibangun kembali harus lebih tangguh dan aman terhadap potensi bencana di masa mendatang,” katanya.

Baca Juga :  Ridwan Hosen: Stok BBM Memadai, Masyarakat tak Perlu Panik, Distribusi Tersendat Akibat Kemacetan dan Perbaikan Jalan

Dari Pendidikan hingga Pariwisata

Dalam pertemuan tersebut, Maigus Nasir juga menyampaikan bahwa pembangunan Kota Padang tidak hanya bertumpu pada sektor pendidikan.

Pemerintah kota terus mengembangkan pariwisata melalui program Jelajah Padang, termasuk revitalisasi kawasan Kota Tua, pasar, hingga Pantai Padang.

Menurut Maigus, penguatan sektor tersebut merupakan bagian dari strategi menempatkan Padang sebagai kota pendidikan, budaya, dan pariwisata sekaligus memperkuat perannya sebagai pintu gerbang destinasi wisata Sumatera Barat.

Kunjungan Komisi X DPR RI akhirnya tidak sekadar menjadi agenda pertemuan antara pemerintah daerah dan parlemen. Peninjauan langsung ke sekolah terdampak bencana menjadi gambaran nyata bahwa pemulihan pendidikan membutuhkan sinergi lintas lembaga.

Di tengah ancaman banjir dan bencana hidrometeorologi, pesan yang dibawa Maigus Nasir pun menjadi jelas: sekolah harus dibangun kembali bukan hanya untuk berdiri, tetapi untuk bertahan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi, Rycko Menoza, La Tinro La Tunrung, Melly Goeslaw, Nilam Sari Lawira, Reni Astuti, dan Muslimin Bando; Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen Biyanto; Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat Rahmat; Kepala BGTK Sumatera Barat Sri Yulianti; Kepala BBPMP Sumatera Barat Khairullah; serta jajaran Pemko Padang.(**)