free stats

Irwan Prayitno Pimpin Upacara Sumpah Pemuda di Kantor Gubernur

Dipimpin Gubernur Irwan, Upacara Sumpah Pemuda Bertabur Hadiah dan Penghargaan Padang AP-Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pimpin Upacara Peringatan Sumpah Pemuda yang ke-88 yang bertema ‘Pemuda Indonesia Menatap Dunia’ di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat, Jumat pagi, 28 Oktober 2016.

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun ini dihadiri oleh Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim, Sekretaris Daerah Ali Asmar, Segenap Jajaran Forkopimda Provinsi Sumbar, Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar, dan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar, serta diikuti oleh seluruh elemen pemuda yang ada di Sumatera Barat mulai dari pelajar, siswa, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan.

Dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nachrawi yang dibacakan oleh Gubernur, disinggung mengenai bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia terhitung sejak tahun 2020 hingga 2035 di mana penduduk usia produktifnya akan mencapai angka 64% dari kurang lebih 297 juta total penduduk Indonesia. Ini berarti dari setiap 100 penduduk Indonesia terdapat 64 penduduk yang berusia produktif.

“Bonus demografi harusnya dapat menjadi peluang strategis bagi sebuah negara untuk dapat mencapai percepatan pembangunan ekonomi. Rasio sebesar 64% harusnya sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju,” demikian pernyataan Menpora yang dibacakan oleh Gubernur.

Lebih lanjut dalam sambutan Menpora, bonus demografi Indonesia tersebut dikonfrontasi dengan kalimat terkenal Presiden pertama Indonesia Soekarno, “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Menggunakan kutipan tersebut, Menpora dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur menyampaikan bahwa kuantitas tanpa kualitas yang memadai tidak akan cukup untuk membawa bangsa Indonesia maju dan diperhitungkan di kancah dunia.

Untuk membuktikan arti penting kualitas ini, Menpora menyebut sejumlah nama pemuda Indonesia yang dengan kualitasnya berhasil mengharumkan nama Indonesia di dunia seperti Rio Rio Haryanto yang bisa ikut berkompetisi di ajang Formula 1, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang berhasil mengembalikan tradisi emas olimpiade di cabang Bulutangkis, Joe Taslim dan Livi Zheng yang menembus gemerlap perfilman Hollywood, Sandy Sandoro yang menundukkan penyanyi-penyanyi bertalenta Eropa di ajang International Contest of Young Pop Singer di Latvia.

Menpora juga menyanjung pemuda-pemudi yang dengan kualitasnya berhasil mendirikan bisnis start-up yang omzetnya mengundang decak kagum pegiat bisnis online dunia, yang sukses memancing investasi bernilai triliunan Rupiah di sektor e-commerce, yang dengan kesungguhannya mampu membuat pemuda Indonesia menjadi produsen alih-alih konsumen di mata rantai bisnis online dunia.

Menyambung itu, Menpora mengimbau semua pihak untuk mendorong dan mengupayakan peningkatan kualitas pemuda Indonesia.

“Tugas kita semua untuk menjadikan bonus demografi ini memiliki makna bagi percepatan pembangunan di Indonesia. Mari kita buktikan sekali lagi dalam sejarah Indonesia bahwa pemuda Indonesia adalah motor utama penentu perubahan di Indonesia. Saatnya pemuda Indonesia membangun visi yang besar menatap dunia,” ujarnya.

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 ditutup dengan penyerahan hadiah bagi Pemenang Lomba PBB Tingkat SLTA Antar Kab/Kota se-Sumatera Barat dan penghargaan bagi sejumlah Pemuda Pelopor di Bidang; Pendidikan; Sosial, Budaya, Pariwisata dan bela Negara; Sumber Daya Alam dan Lingkungan; Pangan; dan Inovasi Teknologi. Hadiah dan Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Irwan Prayitno. (rel/ap)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *