481 Pasangan Kepala Daerah Ikuti Gladi Kotor di Monas Jakarta
AndalasPos, Jakarta—Sebanyak 481 pasangan kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2024 mengikuti pengarahan dan gladi kotor di Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada Selasa (18/2/2025) pagi.
Seperti dilansir dari Epsos.id, para kepala daerah tersebut mengenakan kaus berwarna putih dengan celana training hitam. Adapun pengarahan tersebut diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai persiapan sebelum pelantikan yang akan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 20 Februari.
Dalam pengarahan di Monas ini para kepala daerah terpilih turut berlatih peraturan baris berbaris (PBB) yang dipimpin oleh Stafsus Mendagri Irjen Pol Herry Heryawan sejak pukul 07.00 WIB.
Wakil Menteri Dalam Negeri Wamendagri Bika Arya turut menghadiri pengarahan dan gladi kotor di Monas. Sebelumnya, kepala daerah terpilih sudah melakukan registrasi dan cek kesehatan di Jakarta mulai Minggu sampai Senin lalu.
Setelah menjalani pengarahan dan pelantikan, para kepala daerah akan mengikuti pembekalan pada tanggal 21-28 Februari 2025 di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.
Pada kesempatan lain, Bima Arya Sugiarto juga mengatakan para kepala daerah tidak tidur sendirian dalam satu tenda selama retret atau pembekalan di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, selama 21-28 Februari 2025.
“Kalau dulu para menteri itu satu tenda satu. Nah sekarang sharing [berbagi], ada yang berdua, bertiga, berempat,” kata Bima dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri.
Selain itu, Bima menjelaskan bahwa pihaknya turut mengatur agar para kepala daerah yang berusia di atas 60 tahun ditempatkan pada tenda yang lebih dekat dengan lokasi ruang kelas.
“Bagi kepala daerah yang berusia di bawah 40 tahun, masih segar, masih muda, masih energik, maka lokasinya mungkin agak jauh karena mereka akan lebih mampu untuk berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, dia mengatakan pihaknya tidak mengelompokkan para kepala daerah yang berasal dari daerah yang sama dalam satu tenda.
“Ya kami ingin bercampur lah semua ya. Lebih kepada pertimbangan juga membangun kebersamaan, saling kenal satu sama lain, dan juga faktor usia tadi,” jelasnya.(Rh)
