Sabtu, 11 Jul, 2026

Pemko Padang Perkuat Layanan Inklusif, Irwandi Sebut Khitan Massal Disabilitas Wujud Padang Melayani

Bagikan

Andalaspos,Padang – Komitmen Pemerintah Kota Padang menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif kembali diwujudkan melalui Program Khitan Massal Disabilitas Tahun 2026. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padang, Irwandi, menegaskan bahwa setiap anak, termasuk penyandang disabilitas, berhak memperoleh layanan kesehatan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan medisnya.

Program yang digelar di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, Kamis (9/7/2026), merupakan hasil kolaborasi antara Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sumatera Barat, Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Regional Sumatera Bagian Tengah, Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang.

Irwandi mengatakan, khitan massal bagi anak-anak penyandang disabilitas memiliki penanganan yang berbeda dibandingkan khitan pada umumnya. Seluruh peserta menjalani tindakan medis menggunakan anestesi umum yang ditangani dokter spesialis bedah di rumah sakit agar keamanan dan kenyamanan peserta tetap terjamin.

“Khitan massal bagi anak-anak penyandang disabilitas ini dilakukan dengan anestesi umum dan ditangani oleh dokter spesialis bedah di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah. Penanganan tersebut diperlukan karena kondisi peserta tidak memungkinkan menggunakan anestesi lokal seperti pada khitan umumnya,” ujar Irwandi.

Menurutnya, pendekatan kepada keluarga peserta menjadi bagian penting dalam pelayanan. Kehadiran program tersebut juga membantu mengurangi kekhawatiran orang tua yang selama ini kesulitan memperoleh layanan khitan yang sesuai bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Irwandi turut mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah menghadirkan program tersebut. Ia menilai sinergi pemerintah bersama lembaga sosial, dunia usaha, dan fasilitas kesehatan merupakan implementasi nyata semangat Padang Melayani dalam memberikan pelayanan kesehatan yang ramah bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada IZI dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Pendekatan yang dilakukan kepada orang tua serta jaminan keamanan dalam setiap tahapan pelayanan menjadi bagian dari implementasi Padang Melayani. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang,” katanya.

Baca Juga :  Hari ini, Padang Capai Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Terbanyak

Sementara itu, Kepala Perwakilan IZI Sumatera Barat, Abdul Ghofur, menjelaskan Program Khitan Massal Disabilitas telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan dengan dukungan penuh dari MTT Regional Sumatera Bagian Tengah. Berbeda dengan khitan massal biasa, peserta mendapatkan pelayanan yang lebih komprehensif mulai dari proses skrining, tindakan medis di rumah sakit, hingga perawatan pascaoperasi.

“Program ini kami hadirkan karena anak-anak penyandang disabilitas sering kali belum mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan khitan massal. Melalui kolaborasi bersama MTT Sumbagteng dan para mitra, kami ingin memastikan mereka memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, aman, dan berkualitas,” ujarnya.

Tahun ini IZI menargetkan 25 peserta. Namun hingga pelaksanaan tahap pertama, sebanyak 10 anak telah dinyatakan lolos skrining kesehatan dan mengikuti tindakan khitan. Sejumlah calon peserta lainnya memilih menjadwalkan ulang keikutsertaan karena berdekatan dengan awal tahun ajaran sekolah sehingga memiliki waktu pemulihan yang lebih optimal.

“Mengingat waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan awal masuk sekolah, sebagian calon peserta memilih menjadwalkan kembali keikutsertaannya agar memiliki waktu pemulihan yang lebih optimal. Karena itu, program ini akan kami lanjutkan hingga kuota terpenuhi. Kami juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki anak penyandang disabilitas untuk mendaftarkan diri melalui IZI Perwakilan Sumatera Barat,” tambah Abdul Ghofur.

Di sisi lain, Perwakilan MTT Sumbagteng, Rosady, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Telkomsel dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra.

“Khitan massal disabilitas bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan telah menjadi budaya perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial. Selain bidang kesehatan, MTT Sumbagteng sendiri juga secara konsisten mendukung berbagai program pendidikan, keagamaan, dan sosial bersama para mitra strategis,” kata Rosady.

Baca Juga :  DPS KPU Padang Tidak Sinkron dengan DP4 di Keluarkan Kepmendagri.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Program Khitan Massal Disabilitas Tahun 2026 diharapkan semakin memperluas akses pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif, aman, dan berkeadilan.(**)