BOMRun 2026 Masuk Agenda Utama HJK Padang, Adril Syukri: Wajah Ramah Kota Siap Sambut Ribuan Pelari
Andalaspos,Padang – Blue Ocean Minang Run (BOMRun) 2026 resmi ditetapkan Pemerintah Kota Padang sebagai salah satu agenda utama dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Tak sekadar lomba lari, ajang sport tourism ini diproyeksikan menjadi penggerak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga UMKM lokal melalui kedatangan ribuan peserta dari berbagai daerah.
Sekretaris BOMRun 2026, Adril Syukri, mengatakan penetapan BOMRun sebagai main event HJK menjadi momentum untuk memperlihatkan wajah Kota Padang sebagai destinasi yang ramah, indah, dan siap menerima wisatawan.
“BOMRun tahun ini menjadi salah satu main event dari rangkaian Hari Jadi Kota Padang yang ke-357. Kami ingin memastikan event ini menjadi milik seluruh warga Kota Padang. Wajah yang kami tampilkan adalah wajah Kota Padang yang ramah, indah, dan siap menggerakkan seluruh potensi ekonomi daerah,” ujar Adril dalam konferensi pers di Emado’s Padang, Rabu (8/7/2026).
Antusiasme peserta pun terus meningkat. Hingga awal Juli, sebanyak 3.150 pelari telah mendaftar dari target 3.500 peserta. Sebanyak 69,55 persen berasal dari Sumatera Barat, disusul Riau 11 persen, Sumatera Utara 5,83 persen, serta sejumlah provinsi lainnya. Pendaftaran dijadwalkan ditutup pada Jumat (10/7/2026).
Menurut Adril, tingginya jumlah peserta akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Para pelari diperkirakan akan berburu kuliner khas Minang dan mengunjungi berbagai destinasi wisata selama berada di Kota Padang.
“Melalui konsep yang matang, kami meng-create bagaimana caranya para pelari bisa mendapatkan pengalaman berolahraga sekaligus berwisata dalam satu hari penuh di Kota Padang. Ini sejalan dengan komitmen Wali Kota untuk menggerakkan seluruh potensi ekonomi yang ada,” katanya.
Untuk memaksimalkan peluang tersebut, pemerintah telah menyiapkan area komersial khusus bagi pelaku UMKM agar dapat memasarkan produk selama pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana BOMRun 2026, Revdi Iwan Syahputra, memastikan seluruh kebutuhan teknis perlombaan telah siap. Pada kesempatan itu panitia juga memperkenalkan jersey resmi, medali, nomor dada (BIB), serta perlengkapan yang akan diterima peserta.
“Hari ini kita memperkenalkan jersey resmi yang akan kita pakai, berbagai macam ukuran dan jenisnya. Kami juga memperkenalkan jersey, medali, BIB, dan semua pernak-pernik yang akan digunakan pada puncak acara nanti. Semoga ini menjadi awal menuju suksesnya BOMRun dan suksesnya HJK Padang,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua TP-PKK Kota Padang sekaligus perwakilan IKASMAN 3, Sri Hayati, yang mengapresiasi lonjakan jumlah peserta dibanding tahun sebelumnya. Ia berharap seluruh OPD dan ASN ikut berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, dibanding 2025 jumlah pendaftar meningkat cukup jauh. Kami berharap seluruh OPD segera mendaftar karena kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemko Padang. Ke depan kami berharap BOMRun menjadi agenda nasional bahkan internasional,” katanya.
Senada, Ketua Umum Pelaksana HJK Padang ke-357, Corri Saidan, menegaskan BOMRun selaras dengan tema HJK tahun ini, “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City”, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Padang memperoleh pengakuan UNESCO sebagai kota gastronomi dunia.
“Atas nama Pemerintah Kota Padang, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia BOMRun yang telah mempersiapkan kegiatan ini sejak awal tahun. Kami berharap seluruh rangkaian HJK pada 7 hingga 9 Agustus dapat berlangsung sukses,” ujarnya.
Puncak BOMRun 2026 akan digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026, dengan titik start dan finis di kawasan Pantai Purus-Danau Cimpago. Para peserta akan melintasi sejumlah ikon wisata Kota Padang, seperti Jembatan Siti Nurbaya, Masjid Al-Hakim, Gunung Padang, Bukit Gado-Gado, Pantai Air Manis, kawasan Klenteng, hingga Kota Tua.
Selain BOMRun, masyarakat juga akan disuguhi berbagai agenda HJK lainnya, mulai dari pawai telong-telong, gowes massal, Festival Selaju Sampan, makan bajamba, hingga pameran produk unggulan daerah yang memperkuat identitas Padang sebagai kota wisata dan kuliner.(**)
