Selasa, 11 Agu, 2026

Fadly Amran Serahkan Bantuan Rp.8 Miliar untuk Warga Padang Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Bagikan

Andalaspos,Padang – Semarak Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tidak hanya menjadi panggung perayaan. Di bawah Jembatan Siti Nurbaya, Senin (10/8/2026), Wali Kota Padang Fadly Amran mengubah momentum hari jadi kota menjadi ruang kepedulian dengan menyerahkan bantuan kepada warga dan kelompok usaha yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Bantuan senilai Rp8 miliar tersebut diarahkan untuk membantu pemulihan masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor perikanan dan pangan yang terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025.

Fadly Amran mengatakan, rangkaian HJK Padang ke-357 sengaja dimanfaatkan bukan sekadar sebagai perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian sosial melalui kegiatan amal bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Banyak masyarakat kita yang terdampak bencana. Sehingga moment HJK-357 ini juga kita gunakan untuk penggalangan amal bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Fadly Amran.

Menurut Fadly, bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk kepedulian pemerintah, tetapi menjadi modal bagi masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi yang sempat terganggu akibat bencana.

“Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu proses pemulihan dan menggerakkan kembali perekonomian keluarga para penerima bantuan. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi recovery perekonomian keluarga Bapak dan Ibu semua,” harapnya.

Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Modal untuk Bangkit

Fadly Amran menyebut bantuan bidang perikanan dan pangan senilai Rp8 miliar itu merupakan bagian dari upaya rehabilitasi pascabencana sekaligus implementasi program unggulan Padang Melayani.

Ia mengapresiasi Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang yang telah menyiapkan berbagai bentuk bantuan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak, mulai dari nelayan, pembudidaya ikan, pelaku pengolahan hasil perikanan hingga kelompok masyarakat di sektor pangan.

“Padang Melayani” dalam konteks tersebut diterjemahkan melalui kehadiran pemerintah secara langsung untuk membantu masyarakat yang tengah berupaya memulihkan kehidupan dan penghidupannya setelah diterpa bencana.

Baca Juga :  Wali Kota Mahyeldi, Buka Lomba MTQ Ramadhan Online antar Pelajar dan Mahasiwa se Kota Padang

Fadly juga mengungkapkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana telah dilakukan secara berkelanjutan. Pada Jumat sebelumnya, Pemko Padang menyalurkan bantuan langsung tunai sebesar Rp540 juta kepada 270 rumah yang terdampak banjir dan cuaca ekstrem pada 3 Agustus 2026.

“Pada Jumat lalu kita juga telah menyalurkan bantuan langsung tunai kepada masyarakat yang terdampak banjir pada 3 Agustus 2026 sebesar Rp540 juta, kepada 270 rumah yang terdampak bencana banjir dan cuaca ekstrem di Kota Padang,” ucapnya.

Nelayan hingga Kelompok Pangan Mendapat Bantuan

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Alfiadi menjelaskan, bantuan Rp8 miliar tersebut disalurkan dalam berbagai bentuk untuk mendukung masyarakat yang menggantungkan perekonomian dari sektor perikanan dan pangan.

Pada sektor perikanan tangkap, pemerintah menyalurkan 19 unit perahu fiber, 724 set jaring monofilamen, serta 19 unit mesin tempel berkekuatan 15 PK.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu nelayan kembali menjalankan aktivitas melaut dan memulihkan sumber pendapatan keluarga setelah terdampak bencana.

Sementara untuk perikanan budidaya, bantuan diberikan berupa 30 ekor calon induk lele dan 800 kilogram pakan ikan.

Dukungan juga diberikan kepada pelaku pengolahan hasil perikanan. Pemerintah menyalurkan empat unit chest freezer, satu unit vacuum sealer, satu unit kompor gas, dan satu unit kuali besar.

Bantuan itu dirancang agar masyarakat tidak hanya memperoleh dukungan untuk produksi, tetapi juga memiliki sarana untuk menjaga kualitas, mengolah dan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan.

Perkuat Ketahanan Pangan dari Rumah

Bantuan Pemko Padang juga menyentuh sektor konsumsi dan keamanan pangan.

Salah satunya melalui sarana Kebun Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang terdiri dari tanah humus, pupuk kompos, polybag, serta aneka benih sayuran seperti bayam, cabai, tomat, kangkung dan berbagai tanaman lainnya.

Baca Juga :  Line Dance Competition 2025 Ramaikan Ramayana Plaza Andalas Padang

Selain itu, pemerintah memberikan bantuan peralatan pengolahan pangan berupa blender, mesin press baglog, freezer box, kulkas dua pintu dan mesin press sealer.

Menurut Alfiadi, seluruh bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana sekaligus memperkuat kembali aktivitas ekonomi berbasis keluarga dan kelompok usaha.

“Bantuan sebesar Rp8 miliar tersebut bersumber dari APBD Kota Padang sebesar Rp3,1 miliar dan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp4,9 miliar,” terang Alfiadi.

Ia menambahkan, Pemko Padang juga sedang memproses pendistribusian bantuan pangan berupa beras bagi warga yang terdampak banjir dan cuaca ekstrem pada 3 Agustus 2026.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 17.218 jiwa, dengan total beras mencapai 36,2 ton.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga terus menyalurkan bantuan kepada pembudidaya ikan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang turut terdampak bencana.

Bagi Fadly Amran, rangkaian bantuan tersebut menjadi bagian penting dari makna HJK Padang ke-357. Perayaan hari jadi kota tidak hanya ditandai dengan kemeriahan, tetapi juga dengan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di tengah upaya pemulihan pascabencana, bantuan perahu, mesin, jaring, benih, pakan, peralatan pengolahan pangan hingga sarana kebun pangan menjadi pijakan agar masyarakat kembali produktif.

Dari bawah Jembatan Siti Nurbaya, pesan yang dibawa Fadly Amran pun menjadi jelas: HJK Padang ke-357 bukan hanya tentang merayakan perjalanan kota, tetapi juga tentang memastikan masyarakat yang terdampak bencana memiliki kesempatan untuk bangkit dan kembali menggerakkan roda perekonomian keluarganya.(**)