Minggu, 16 Agu, 2026

Infrastruktur Pascabencana Dikebut, Fadly Amran: Perbaikan Dilaksanakan Secepat Mungkin

Bagikan

Andalaspos,Padang –  Pemulihan infrastruktur pascabencana di Kota Padang terus bergerak. Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan perbaikan sejumlah jembatan, plat duiker, hingga normalisasi sungai di berbagai titik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Wali Kota Padang Fadly Amran untuk memastikan sarana publik yang terdampak bencana kembali berfungsi sekaligus memiliki ketahanan yang lebih baik.

Saat meninjau perkembangan pekerjaan, Sabtu (15/8/2026), Fadly Amran menegaskan bahwa percepatan pemulihan infrastruktur merupakan bagian dari janji dan komitmen Pemerintah Kota Padang kepada masyarakat.

“Sesuai janji dan komitmen kita, perbaikan infrastruktur dilaksanakan secepat mungkin. Alhamdulillah bisa dilihat prosesnya di beberapa titik sudah berjalan. Mohon dukungan masyarakat agar program rehab-rekon kita ini bisa berjalan maksimal,” ujar Fadly Amran.

Sejumlah pekerjaan kini berlangsung di antaranya perbaikan plat duiker di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, serta perbaikan Jembatan Kampung Baru di Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung.

Dinas PUPR juga menangani Jembatan Gantung di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji. Perbaikan plat duiker turut dilakukan di Jalan Rimbo Tarok, Kelurahan Gunung Sarik.

Pekerjaan tersebut diarahkan untuk menjaga fungsi infrastruktur penghubung agar tetap aman dan mampu menunjang mobilitas masyarakat sehari-hari.

Tak hanya jembatan, perhatian juga diarahkan pada kondisi aliran sungai. Normalisasi sungai dilakukan di kawasan Jalan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, untuk memperlancar aliran sekaligus mengurangi potensi gangguan akibat sedimentasi dan perubahan kondisi alur sungai.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri mengatakan penanganan dilakukan secara bertahap dan mencakup sejumlah pekerjaan strategis, termasuk perbaikan cekdam serta penguatan tebing sungai.

“Untuk perbaikan cekdam, saat ini sudah mulai dilakukan di beberapa titik, seperti D.I. Limau Manis, D.I. Lubuk Laweh, dan D.I. Baringin. Penguatan tebing sungai juga dilakukan di D.I. Sungkai, Pasar Lalang, Lubuk Minturun, serta beberapa titik lainnya yang terdampak,” kata Malvi.

Baca Juga :  Karyawan PDAM Padang Qurban 23 Sapi dan 21 Kambing

Menurut Malvi, progres pekerjaan secara umum masih berada dalam kondisi positif dan berjalan sesuai jadwal serta target yang tercantum dalam kontrak.

Namun, pekerjaan di lapangan tidak selalu berjalan tanpa hambatan. Akses menuju lokasi dan kondisi sosial masyarakat menjadi tantangan tersendiri, terutama pada titik pekerjaan yang bersinggungan dengan aktivitas ekonomi warga.

Selain itu, faktor cuaca ekstrem juga menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu juga menjadi tantangan bagi kita untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan tepat mutu sesuai target serta spesifikasi pekerjaan,” ujarnya.

Malvi menambahkan, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi salah satu pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan. Hal itu penting karena selain mengejar penyelesaian, aspek keselamatan pekerja juga harus menjadi prioritas.

“Data BMKG menjadi pedoman dan acuan dalam pelaksanaan, karena kita juga harus memastikan faktor keselamatan pekerja pada setiap tahapan, selain penyelesaian pekerjaan itu sendiri,” katanya.

Pemko Padang juga terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam penanganan infrastruktur terdampak bencana.

Menurut Malvi, sinergi dengan kementerian terkait melalui balai serta pemerintah provinsi melalui bidang sumber daya air diperlukan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

“Pemerintah Kota Padang bersama kementerian terkait melalui balai dan pemerintah provinsi terus berupaya melakukan perbaikan infrastruktur Kota Padang. Secara bertahap, rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana dapat kita selesaikan,” tuturnya.

Di tengah berlangsungnya berbagai pekerjaan tersebut, Malvi meminta masyarakat bersabar dan memberikan dukungan terhadap proses perbaikan. Sebab, setiap pekerjaan tidak hanya ditargetkan selesai cepat, tetapi juga harus memenuhi aspek mutu dan keselamatan.

Pesan itu sekaligus menegaskan arah kebijakan Fadly Amran: pemulihan infrastruktur bukan sekadar mengembalikan kondisi seperti semula, melainkan memastikan fasilitas publik kembali berfungsi dan mampu mendukung aktivitas masyarakat secara aman.

Baca Juga :  Perumda AM Padang Tebar 84 Hewan Kurban ke Daerah Sumber Air

“Kami mohon bersabar dan kami mohon dukungannya agar pekerjaan ini bisa kita selesaikan dengan baik sesuai target yang diharapkan,” kata Malvi.(**)