Rabu, 16 Sep, 2026

Demi Cegah ISPA, SDN 34 Simpang Haru dan SMPN 30 Padang Tiadakan Aktivitas Lapangan

Bagikan

Andalaspos,Padang –  Proses belajar mengajar (PBM) di sejumlah sekolah di Kota Padang tetap berlangsung di tengah menurunnya kualitas udara akibat asap dan abu vulkanik. Namun, langkah perlindungan terhadap siswa dan guru diperketat untuk mengantisipasi gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Salah satu sekolah yang menerapkan kebijakan tersebut adalah SD Negeri 34 Simpang Haru. Kepala SDN 34 Simpang Haru, Zulmarlaini, memastikan penggunaan masker berjalan efektif sebagai bagian dari tindak lanjut imbauan Dinas Pendidikan Kota Padang.

Menurut Zulmarlaini, seluruh guru dan siswa diwajibkan menggunakan masker, terutama ketika berada di luar ruang kelas maupun di area pekarangan sekolah.

“Penerapan penggunaan masker saat ini berjalan sangat efektif. Bagi siswa yang belum membawa masker, kami terus mengimbau dan pihak sekolah juga menyediakan cadangan masker,” ujar Zulmarlaini.

Kebijakan tersebut tidak menghentikan kegiatan pembelajaran. Aktivitas akademik tetap dilaksanakan di dalam kelas, sementara kegiatan yang berpotensi membuat siswa terpapar langsung udara luar untuk sementara dihentikan.

Zulmarlaini menjelaskan, olahraga, upacara, senam, serta berbagai kegiatan fisik di luar kelas ditiadakan sementara. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk kehati-hatian sekolah dalam menjaga kesehatan peserta didik.

“Selain itu, seluruh kegiatan di luar kelas seperti olahraga, upacara, dan senam ditiadakan sementara demi kesehatan anak-anak dari ancaman ISPA,” katanya.

Kondisi serupa juga diterapkan di SMP Negeri 30 Padang. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 30 Padang, Dian Putra, mengatakan tingkat kepatuhan siswa terhadap penggunaan masker telah mencapai sekitar 90 persen.

Menurut Dian, pembatasan aktivitas luar ruangan tidak membuat proses pendidikan berhenti. Para siswa tetap mengikuti pembelajaran secara efektif di ruang kelas.

“Tingkat kepatuhan siswa kami sudah mencapai sekitar 90 persen. Proses PBM tetap berjalan efektif di dalam kelas, hanya saja seluruh kegiatan lapangan ditiadakan. Fokus kami adalah memastikan anak-anak tetap belajar dengan aman,” ujar Dian.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Pimpin Rapat Kerja Komisi, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2024

Bagi para siswa, penggunaan masker juga bukan menjadi penghalang untuk mengikuti pembelajaran. Duta Digital SMP Negeri 30 Padang, Ignacia Noyasiva, mengatakan para siswa memahami bahwa kebijakan tersebut ditujukan untuk melindungi kesehatan mereka.

“Kami dari pihak siswa tentu mematuhi arahan guru-guru demi kebaikan bersama. Sejauh ini penggunaan masker sama sekali tidak mengganggu proses belajar kami di dalam kelas,” tutur Ignacia.

Penerapan kebijakan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kondisi udara buruk tidak serta-merta menghentikan aktivitas pendidikan di Kota Padang. Sekolah memilih menyesuaikan pola kegiatan dengan kondisi lingkungan, sembari memastikan hak siswa untuk tetap mendapatkan pembelajaran.

Pihak sekolah juga mengingatkan peran orang tua dan wali murid. Anak-anak diharapkan sudah menggunakan masker sejak meninggalkan rumah, selama berada di lingkungan sekolah, hingga dalam perjalanan kembali ke rumah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama antara sekolah dan keluarga untuk mengurangi risiko paparan udara yang tidak sehat.

Di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya bersahabat, ruang kelas pun menjadi tempat utama berlangsungnya aktivitas pendidikan. Buku tetap terbuka, guru tetap mengajar, dan siswa tetap belajar dengan satu tambahan kebiasaan penting memakai masker demi menjaga kesehatan.(**)