Selasa, 15 Sep, 2026

Bersahaja di Tengah Kawan, Tegas Menghadapi Lawan Oleh: Firman Sikumbang Ketua LAN Sumbar

Bagikan

Andalaspos,Padang – Ada orang yang membangun pengaruh dengan banyak bicara. Ada pula yang memilih bekerja dalam senyap, tetapi jejaknya terasa di banyak tempat. Firman Sikumbang berada pada kelompok kedua.

Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat itu dikenal sebagai pribadi yang bersahaja dalam pergaulan. Namun di balik sikapnya yang tenang dan low profile, tersimpan karakter kepemimpinan yang tegas, terutama ketika berhadapan dengan persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat dan masa depan generasi muda.

Pengalaman panjang di dunia jurnalistik turut membentuk karakter tersebut. Firman memahami bahwa sebuah informasi bukan sekadar kata-kata, tetapi memiliki tanggung jawab moral kepada publik.

Pengalaman di lingkungan media kepolisian juga membuatnya terbiasa bersentuhan dengan berbagai persoalan hukum dan sosial. Karena itu, ketika kemudian dipercaya memimpin LAN Sumbar, dunia jurnalistik dan gerakan sosial seolah bertemu dalam satu garis perjuangan, menyampaikan kebenaran sekaligus mendorong perubahan.

Bukan Sekadar Ketua, Tetapi Penggerak

Di bawah kepemimpinannya, gerakan LAN Sumbar diarahkan agar pencegahan narkotika tidak berhenti di ruang-ruang pertemuan.

Sekolah, kampus, nagari, keluarga, tokoh adat, alim ulama, Bundo Kanduang, pemuda hingga kelompok masyarakat terus didorong menjadi bagian dari gerakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Firman melihat persoalan narkotika sebagai persoalan bersama.

“Kita tidak boleh membiarkan generasi muda kita menjadi korban. Perlawanan terhadap narkotika harus dilakukan bersama-sama dan dimulai dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat,” tegas Firman.

Baginya, kekuatan terbesar dalam menghadapi ancaman narkotika bukan hanya berada pada aparat penegak hukum. Kekuatan itu juga ada pada keluarga, masyarakat, tokoh adat, ulama, pendidik dan generasi muda sendiri.

Disegani Karena Sikap, Bukan Karena Jabatan

Baca Juga :  Wawako Hendri Septa , Ajak Masyarakat Aktif Sukseskan Pembangunan

Sejumlah kolega menilai Firman memiliki gaya kepemimpinan yang unik. Ia tidak banyak mempertontonkan dirinya sebagai seorang pemimpin.

Lebih banyak mendengar, kemudian bekerja.

Sikap itulah yang membuatnya mudah diterima berbagai kalangan. Kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, niniak mamak maupun generasi muda melihat Firman sebagai sosok yang mampu berbicara dengan bahasa yang sederhana, tetapi memiliki pesan yang kuat.

Ia juga tidak segan menyampaikan kritik ketika melihat persoalan sosial yang dinilainya mulai mengkhawatirkan.

Melemahnya fungsi surau, persoalan moral generasi muda, serta semakin pentingnya menghidupkan kembali peran keluarga dan tokoh adat menjadi bagian dari perhatian Firman.

Menurutnya, nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) tidak boleh berhenti sebagai slogan. Nilai tersebut harus hadir dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi benteng bagi generasi muda Minangkabau.

Lawan yang Dihadapi Bukan Orang, Tetapi Kejahatan

Ungkapan bahwa Firman Sikumbang “disegani teman dan ditakuti lawan” sebenarnya bukan berarti ia mencari musuh.

Justru sebaliknya.

Ia tidak datang untuk mencari pertentangan. Tetapi ketika berhadapan dengan persoalan yang mengancam masyarakat, khususnya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sikap komprominya menjadi sangat terbatas.

“Kita tidak sedang mencari musuh. Kita sedang menyelamatkan generasi. Kalau ada yang merusak masa depan anak-anak kita dengan narkotika, tentu harus kita lawan bersama-sama,” ujarnya.

Ketegasan itu pula yang membuat gerakan yang dipimpinnya mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat.

Firman membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk unsur pemerintah, penegak hukum, dunia pendidikan, tokoh adat dan organisasi kemasyarakatan.

Bekerja Dalam Senyap, Bergerak Lebih Jauh

Bagi Firman, popularitas bukan tujuan utama.

Yang lebih penting adalah bagaimana gerakan yang dibangun benar-benar menyentuh masyarakat.

Karena itu, berbagai program LAN Sumbar terus diarahkan agar masuk hingga ke akar rumput. Dari LAN Go To School, Go To Campus hingga Go To Nagari, semuanya membawa pesan yang sama: narkotika harus dilawan sebelum semakin jauh merusak generasi.

Baca Juga :  Wako Mahyeldi : Pers Mitra dalam Menyampaikan Informasi Pembangunan

Di sinilah karakter Firman terlihat.

Tenang ketika berbicara. Bersahaja ketika bergaul. Tetapi tegas ketika mengambil sikap.

Ia mungkin tidak selalu berada di panggung paling depan. Namun ketika persoalan menyangkut masa depan generasi muda, Firman memilih berdiri di garis depan.

Disegani bukan karena jabatan. Dihormati karena sikap. Dan menjadi lawan tangguh bagi setiap upaya yang merusak masa depan generasi bangsa.Itulah Firman Sikumbang.(**)