Jumat, 02 Okt, 2026

Di Monumen Gempa, Fadly Amran Ajak Warga Padang Perkuat Kesiapan Hadapi Bencana

Bagikan

Andalaspos,Padang – Jarum waktu menunjukkan pukul 17.15 WIB. Di kawasan Monumen Gempa Padang, suasana mendadak hening. Doa bersama dan mengheningkan cipta menjadi bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Kota Padang 2026, Rabu (30/9/2026).

Tepat pada waktu yang sama 17 tahun silam, gempa dahsyat mengguncang Kota Padang dan sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Peristiwa 30 September 2009 itu meninggalkan luka mendalam sekaligus menjadi pelajaran besar tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran, peringatan HKB tahun ini digelar di Monumen Gempa Padang. Setelah doa bersama dan mengheningkan cipta, kegiatan dilanjutkan dengan penaburan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.

Peringatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian, unsur Forkopimda Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa bersama para asisten dan kepala OPD, Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar Dt. Sati yang juga merupakan Wali Kota Padang periode 2004-2014, pegiat kebencanaan, serta perwakilan keluarga korban gempa 30 September 2009.

Bagi Fadly Amran, peringatan HKB bukan sekadar agenda mengenang masa lalu. Momentum tersebut harus menjadi pengingat agar pengalaman pahit bencana diterjemahkan menjadi langkah konkret untuk melindungi masyarakat.

“Peringatan ini mengingatkan kita bahwa ketika bencana kembali terjadi, masyarakat harus lebih siap, mampu menekan risiko, dan bangkit dengan cepat,” ujar Fadly.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak dapat dibangun hanya dengan memperkuat infrastruktur. Ada unsur lain yang tidak kalah penting, yakni perencanaan, koordinasi, komunikasi, serta edukasi yang terus dilakukan kepada masyarakat.

Karena itu, Pemko Padang terus mempersiapkan latihan kesiapsiagaan tsunami atau tsunami drill. Latihan tersebut ditujukan untuk menguji sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, terutama gempa bumi dan tsunami.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi: Sumbar Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar PBNU Ke-35

“Tsunami drill menjadi langkah nyata untuk memperkuat edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat. Melalui Program Unggulan (Progul) Padang Sigap, kita juga memperkuat koordinasi dan komunikasi seluruh pemangku kepentingan agar lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana,” kata Fadly.

Ia menegaskan, gempa 30 September 2009 merupakan salah satu pelajaran besar bagi Kota Padang. Selain merusak bangunan masyarakat dan infrastruktur pemerintahan, bencana tersebut juga menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.

Karena itu, kenangan terhadap tragedi tersebut tidak cukup hanya diwujudkan melalui seremoni tahunan. Menurut Fadly, pengalaman tersebut harus menjadi energi untuk membangun masyarakat yang memahami risiko, mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi, serta mampu melakukan evakuasi secara cepat dan terarah.

“Untuk itu, mari kita jadikan peringatan HKB ini sebagai momentum untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi kapan dan di mana saja,” tuturnya.

BNPB: Risiko Tinggi Harus Diimbangi Kesiapsiagaan

Sementara itu, Sestama BNPB Rustian mengapresiasi langkah Pemko Padang yang menetapkan 30 September sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Kota Padang.

Menurut Rustian, peringatan tersebut memiliki arti penting untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap bencana sekaligus memastikan pengetahuan kebencanaan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Risiko bencana Kota Padang memang tinggi, tetapi risikonya dapat dikurangi melalui kerja bersama seluruh unsur pentahelix,” ujar Rustian.

Ia menekankan pentingnya memastikan masyarakat mengetahui jalur evakuasi, lokasi tempat evakuasi, serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.

Dengan demikian, peringatan 17 tahun gempa Padang tidak berhenti pada kegiatan mengenang para korban. Di balik doa, keheningan, dan tabur bunga di Monumen Gempa Padang, terselip pesan bahwa keselamatan masyarakat sangat bergantung pada kesiapan sebelum bencana datang.

Baca Juga :  Walikota Padang Himbau Pedagang Jangan Pakai fasilitas Umum Untuk Berjualan

Bagi Kota Padang, 30 September kini bukan hanya tanggal untuk mengingat tragedi. Hari itu juga menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus terus dirawat dari pemerintah, komunitas, hingga setiap keluarga di rumah masing-masing.(**)