Kamis, 20 Agu, 2026

Fadly Amran Bawa Kota Padang Lolos Seleksi II UCCN 2027, Selangkah Lagi Jadi Kota Gastronomi Dunia

Bagikan

Andalaspos,Padang – Impian Kota Padang untuk menembus jejaring kota kreatif dunia semakin mendekati kenyataan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang Fadly Amran, Kota Padang resmi melangkah ke Seleksi Nasional Tahap II Pengusulan Nominasi Jejaring Kota Kreatif UNESCO atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027.

Kepastian tersebut tertuang dalam Surat Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (KemenEkraf) Nomor SD/PE.07.00/52/D.1.6/2026 tertanggal 19 Agustus 2026.

Padang dinyatakan lolos setelah Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) KemenEkraf melakukan penilaian terhadap berkas aplikasi atau dossier pada 6–11 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan rapat pleno pada 12 Agustus 2026.

Keberhasilan ini menempatkan Kota Padang dalam enam besar nominasi UCCN 2027. Padang bersaing pada kategori Gastronomi bersama Kota Batu dan Kota Pangkal Pinang.

Sementara itu, tiga daerah lainnya mengusung kategori berbeda, yakni Kabupaten Bantul pada kategori Crafts and Folk Arts, Kabupaten Sleman pada kategori Film, serta Kota Yogyakarta pada kategori Media Arts.

Bagi Fadly Amran, capaian tersebut bukan sekadar keberhasilan administratif. Lolosnya Padang ke tahap berikutnya menjadi pijakan penting untuk membawa kekayaan kuliner Minangkabau ke panggung kreativitas dunia.

“Alhamdulillah, dengan lolos ke tahapan seleksi berikutnya, langkah Kota Padang semakin dekat untuk menjadi kota gastronomi dunia,” ujar Fadly Amran.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Ekonomi Kreatif RI beserta jajaran dan seluruh pihak yang telah membersamai perjuangan Kota Padang dalam proses pengusulan tersebut.

“Mudah-mudahan kita berhasil meraih target besar ini, dan menempatkan Kota Padang di jejaring kota kreatif dunia,” katanya.

Fadly Amran Siap Presentasi Langsung

Perjalanan Padang belum berhenti. Seleksi Nasional Tahap II dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 2 September 2026.

Pada tahapan tersebut, Fadly Amran dijadwalkan tampil langsung di hadapan tim Panselnas untuk memaparkan dossier UCCN 2027 selama 10 menit.

Baca Juga :  Baznas Padang dan UPI Santuni 1000 Anak Yatim

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, menyebut tahapan kedua menjadi tantangan penting karena bukan hanya substansi dokumen yang akan dinilai, tetapi juga kemampuan pemerintah daerah menjelaskan secara meyakinkan potensi gastronomi Padang.

“Dossier tahap kedua ini menjadi tantangan bagi kita untuk memaparkan materi dengan baik. Paparan akan disampaikan langsung oleh Bapak Wali Kota Padang, Fadly Amran, pada 2 September mendatang. Selanjutnya tim Pansel akan memverifikasi kebenaran dan kedalaman isi dossier tersebut,” kata Yenni.

Menurut Yenni, keberhasilan mencapai tahap kedua merupakan buah dari kerja bersama berbagai unsur. Dukungan tersebut datang dari perguruan tinggi, komunitas Bundo Kanduang, UMKM hingga pelaku ekonomi kreatif.

“Terima kasih untuk semua pihak dan pemangku kepentingan terkait. Ini buah dari arahan pimpinan Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota, dan Bapak Sekda, serta dukungan stakeholder terkait, mulai dari perguruan tinggi, komunitas Bundo Kanduang, UMKM, hingga seluruh pelaku ekonomi kreatif,” ujarnya.

Menunggu Tiket ke UNESCO

Setelah presentasi dan proses verifikasi, perjuangan Kota Padang akan memasuki penentuan akhir.

Panselnas dijadwalkan mengumumkan hasil akhir Seleksi Nasional pada 1 Oktober 2026. Dari enam daerah yang masuk nominasi, hanya dua kota/kabupaten dari dua kategori berbeda yang akan dipilih untuk mewakili Indonesia secara resmi dalam pengusulan ke UNESCO.

“Kota Padang berada di sektor Gastronomi bersama Kota Batu dan Pangkal Pinang. Nantinya pada 1 Oktober akan diumumkan siapa yang mewakili Indonesia ke UNESCO. Dari enam peserta, akan dipilih dua daerah dari dua cabang berbeda,” kata Yenni.

Dengan gastronomi sebagai kekuatan utama, Padang kini memiliki peluang membawa identitas kuliner Minangkabau ke dalam jejaring kota kreatif dunia.

Perjalanan menuju status tersebut tentu tidak hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Fadly Amran menegaskan apresiasinya kepada akademisi, swasta, komunitas, Bundo Kanduang, UMKM, media, pelaku ekonomi kreatif dan seluruh pemangku kepentingan yang telah memberikan dukungan.

Baca Juga :  BAZNAS Padang Peduli Korban Tanah Longsor di Kabupaten Agam

Kini, mata tertuju pada 2 September 2026, ketika Fadly Amran akan membawa dossier Kota Padang ke hadapan Panselnas. Jika mampu melewati tahapan tersebut dan terpilih pada 1 Oktober, Padang akan semakin dekat mengukuhkan gastronomi Minangkabau sebagai bagian dari peta kreativitas dunia.(**)