Kamis, 10 Sep, 2026

Kejar PAD Rp1,04 Triliun, Wakil Walikota Maigus Nasir Dorong Manajemen Potensi dan Inovasi OPD

Bagikan

Andalaspos,Padang – PAD menjadi salah satu fondasi penting bagi pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu, ketika waktu menuju tutup buku anggaran 2026 semakin pendek, Pemerintah Kota Padang mulai memperketat evaluasi terhadap kinerja pendapatan.

Hal tersebut terlihat dalam Rapat Evaluasi Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang Triwulan III Tahun 2026 yang dipimpin Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang Aie Pacah, Rabu (9/9/2026).

Rapat yang digelar Pemerintah Kota Padang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tersebut diikuti Asisten Administrasi Umum Corri Saidan, Kepala Bapenda Kota Padang Atos, pimpinan OPD penghasil PAD, serta Rektor Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi Afridian Wirahadi Ahmad.

Di tengah evaluasi tersebut, angka realisasi PAD menunjukkan capaian yang cukup positif. Berdasarkan data Bapenda, realisasi PAD Kota Padang hingga 7 September 2026 telah mencapai Rp628,586 miliar atau 64,43 persen dari target PAD dalam APBD Perubahan 2026 sebesar Rp1,040 triliun.

Namun, capaian itu belum membuat Pemko Padang berpuas diri.

Kepala Bapenda Kota Padang Atos mengungkapkan, pada Triwulan III target realisasi PAD ditetapkan sebesar Rp757,232 miliar atau 72,80 persen. Dengan realisasi yang baru mencapai Rp628,586 miliar, masih terdapat kekurangan sekitar Rp128,646 miliar yang harus dikejar.

“Kita menargetkan pada Triwulan III ini realisasi PAD sebesar Rp757,232 miliar atau 72,80 persen. Namun saat ini baru tercapai Rp628,586 miliar. Masih tersisa Rp128,646 miliar yang harus kita kejar,” ujar Atos.

Jika melihat perjalanan sepanjang 2026, kinerja PAD Kota Padang sebenarnya menunjukkan tren positif.

Pada Triwulan I, target PAD ditetapkan Rp154,905 miliar atau 14,94 persen. Realisasinya justru mencapai Rp205,682 miliar atau 20,08 persen.

Baca Juga :  Menpora Zainuddin Amali,Tutup POMNas XVII Sumbar

Kemudian pada Triwulan II, target ditetapkan Rp446,787 miliar atau 43,16 persen, sedangkan realisasi mencapai Rp455,049 miliar atau 44,42 persen.

Meski demikian, tantangan terbesar berada di penghujung tahun. Waktu yang tersisa sekitar tiga bulan membuat setiap OPD penghasil PAD dituntut bergerak lebih cepat, sekaligus mencari ruang baru untuk mengoptimalkan potensi pendapatan.

Maigus Nasir menegaskan, pencapaian target PAD bukan hanya pekerjaan Bapenda. Seluruh OPD yang memiliki sumber pendapatan harus mengambil bagian karena target tersebut telah disepakati bersama dan dituangkan dalam Perda APBD Perubahan.

“Sekarang waktu kita cuma tinggal tiga bulan atau tiga setengah bulan. Justru itu, apa yang telah kita sepakati bersama dan telah dituangkan di dalam Perda APBD Perubahan, tentu ini yang harus kita siasati, harus kita bangun strategi dan inovasi sehingga bisa mencapai apa yang kita putuskan itu,” kata Maigus.

Menurut Maigus, sisa waktu tersebut harus dimanfaatkan dengan menyusun langkah konkret. Evaluasi tidak boleh berhenti pada melihat angka realisasi, tetapi harus dilanjutkan dengan mengidentifikasi persoalan dan menentukan langkah percepatan pada masing-masing sektor.

Pandangan serupa disampaikan Rektor Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi Afridian Wirahadi Ahmad. Ia mendorong Pemko Padang menggeser pendekatan dari sekadar mengejar angka target menuju pengelolaan potensi secara lebih terukur.

“Kalau dulu mindset kita mengejar target, sekarang bagaimana dalam waktu singkat menyusun manajemen potensi. Apa potensi yang bisa dikembangkan, sehingga apa yang menjadi kesepakatan yang telah dikeluarkan bisa kita capai menjelang akhir tahun anggaran 2026,” ujarnya.

Bagi Bapenda, percepatan realisasi PAD kini menjadi agenda utama hingga akhir tahun. Atos memastikan pihaknya akan menyiapkan sejumlah langkah strategis sekaligus meminta dukungan seluruh OPD.

Baca Juga :  Sekwan Raflis Finalisasi Persiapan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Anggota DPRD Sumbar 2024-2029

“Kita berharap dukungan dari seluruh OPD agar menjelang akhir tahun ini realisasi PAD Kota Padang dapat tercapai 100 persen. Kita juga akan menyiapkan sejumlah langkah-langkah strategis untuk berupaya mencapai target ini,” tuturnya.

Dengan target Rp1,040 triliun, capaian Rp628,586 miliar per 7 September menjadi pijakan penting. Namun, masih ada ruang yang harus dikejar agar target akhir tahun tidak sekadar menjadi angka dalam dokumen anggaran.

Kini, tantangan Maigus Nasir bersama seluruh OPD penghasil PAD adalah mengubah sisa waktu menjadi momentum percepatan dengan strategi, inovasi, dan kemampuan membaca potensi pendapatan yang masih terbuka.(**)