Kamis, 10 Sep, 2026

Walikota Fadly Amran Gandeng Andre Rosiade dan Galapagos Pulihkan Hulu Batang Kuranji

Bagikan

Andalaspos,Padang –  Upaya mengurangi risiko banjir dan banjir bandang di Kota Padang tidak hanya bergantung pada beton, drainase, maupun normalisasi sungai. Pemulihan kawasan hulu melalui penghijauan mulai didorong sebagai bagian penting dari strategi mitigasi bencana.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Padang Fadly Amran saat menghadiri Penanaman Perdana Festival Tanam Hulu di kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia tersebut menjadi langkah awal restorasi kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji. Penanaman pohon diarahkan untuk memperkuat tutupan lahan sekaligus meningkatkan daya dukung lingkungan di kawasan yang memiliki peran penting terhadap kondisi wilayah hilir.

Fadly Amran menilai pendekatan penanggulangan bencana harus mulai melihat infrastruktur hijau sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan kota.

“Dalam perspektif penanggulangan bencana, kita tidak hanya membutuhkan infrastruktur berat, tetapi juga green infrastructure yang tidak kalah pentingnya,” kata Fadly.

Menurutnya, penghijauan kembali kawasan hulu perlu dilakukan secara konsisten, terutama di sejumlah wilayah seperti Guo dan Lambung Bukit yang memiliki potensi risiko bencana.

“Tanpa penghijauan kembali kawasan hulu sungai, risiko banjir hingga banjir bandang di Kota Padang akan semakin besar,” ujarnya.

Karena itu, Fadly mengapresiasi kolaborasi yang dibangun bersama berbagai pihak dalam Festival Tanam Hulu. Menurut dia, upaya pemulihan lingkungan tidak dapat dikerjakan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, lembaga sosial, TNI-Polri, serta pemangku kepentingan lainnya.

Dukungan terhadap gerakan tersebut juga datang dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. Ia menyatakan komitmennya membantu upaya rehabilitasi lingkungan di kawasan DAS yang terdampak bencana.

Andre menyebut dukungan itu antara lain diwujudkan melalui dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sejumlah BUMN dengan nilai lebih dari Rp2 miliar untuk kegiatan rehabilitasi lingkungan.

Baca Juga :  Bako IKK Kota Padang Sukses Gaet Program Kemnaker untuk Atasi Pengangguran

Ia menegaskan, penanganan sungai tidak cukup hanya melalui normalisasi.

“Normalisasi saja tidak cukup, pohon-pohon ini kita tanam kembali untuk mengantisipasi terjadinya bencana berikutnya,” ujar Andre.

Program tersebut menargetkan penanaman 60.000 pohon di Kecamatan Kuranji dan Pauh.

Target besar itu sekaligus menjadi bagian dari desain Festival Tanam Hulu yang dikembangkan Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia sebagai kegiatan berkelanjutan selama sekitar tujuh bulan.

Ketua Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia Hendra Amriz mengatakan festival tersebut lahir sebagai respons atas bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada akhir tahun lalu dan kembali terjadi pada 3 Agustus 2026.

Menurut Hendra, kegiatan perdana difokuskan pada kawasan hulu DAS Batang Kuranji di Kecamatan Pauh dan Kuranji. Program tidak berhenti pada kegiatan seremonial penanaman, tetapi diarahkan menjadi gerakan restorasi lahan dan pemulihan tutupan hutan.

“Fokus perdana diarahkan pada hulu DAS Batang Kuranji di Kecamatan Pauh dan Kuranji melalui kompetisi restorasi lahan dan pemulihan tutupan, dengan target 60.000 bibit tanaman hutan,” jelas Hendra.

Festival tersebut dirancang dalam tiga kluster kegiatan, yakni konsolidasi, edukasi, dan kompetisi. Dengan konsep tersebut, masyarakat tidak hanya diajak menanam, tetapi juga terlibat dalam menjaga keberlanjutan tanaman dan memulihkan fungsi ekologis kawasan hulu.

Penilaian terhadap program restorasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan setelah penanaman, kemudian evaluasi kembali dilakukan tiga bulan berikutnya. Peserta dengan capaian terbaik nantinya akan mendapatkan penghargaan dalam rangkaian Alek Nagari.

Bagi Pemko Padang, pola kolaborasi seperti ini menjadi penting karena persoalan banjir tidak semata-mata terjadi akibat kondisi di wilayah perkotaan. Kerusakan tutupan lahan di bagian hulu turut berpengaruh terhadap meningkatnya limpasan air menuju kawasan hilir ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

Baca Juga :  Komisi III Lakukan Kunjungan Pembangunan Gedung DPRD Kota Padang Ke Aia Pacah

Karena itu, Fadly menempatkan restorasi kawasan hulu sebagai investasi lingkungan jangka panjang. Infrastruktur fisik tetap diperlukan, namun harus berjalan beriringan dengan infrastruktur hijau agar upaya pengurangan risiko bencana lebih menyeluruh.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Padang dan Yayasan Galapagos Indonesia Lestari. Dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Pertanian Kota Padang dan Yayasan Galapagos Indonesia Lestari tentang kolaborasi pemanfaatan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) dr. Mohammad Hatta.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Padang Wahyu Hidayat dan Rachmat Wijaya, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, Kalaksa BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, Ketua Pengurus Yayasan Galapagos Lestari Indonesia Romelson Candra, serta jajaran TNI-Polri dan pemangku kepentingan terkait.

Dari kawasan Guo, pesan yang dibawa Festival Tanam Hulu cukup jelas: menghadapi ancaman banjir dan banjir bandang bukan hanya soal memperbesar kapasitas sungai dan membangun infrastruktur fisik, tetapi juga mengembalikan fungsi alam di kawasan hulu.

Penanaman 60.000 pohon menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap bibit tumbuh, kawasan tetap terjaga, dan kolaborasi yang dibangun tidak berhenti setelah seremoni penanaman berakhir.(**)