Selasa, 18 Agu, 2026

Sekda Sumbar Dukung Baby Fish Jadi Menu MBG, Dorong Gizi dan Ekonomi Masyarakat

Bagikan

Andalaspos,Padang – Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Barat, Arry Yuswandi, SKM, MKM, menyatakan dukungan terhadap gagasan untuk APPMBGI…Asosiasi Pengusaha Pengelola Makan Bergizi Gratis Indonesia ( APPMBGI) menjadikan baby fish atau ikan berukuran kecil sebagai salah satu alternatif menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Barat.

Dukungan tersebut disampaikan dalam pembahasan bersama Guswardi, M.Si., (mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang,) serta Syafrijon ( Bendahara APPBMGI Kota Padang) dan Ir. Yeflin Laundri, MSi / Satgas mina padi baby fish mantan Kadis Kominfo Provinsi Sumbar, Irsal bin Salini Sali ( Humas) DR Symond, MGz. MCM ( Ketua DPD Pergizi Pangan Sumatera Barat )
mengenai pemanfaatan baby fish sebagai sumber pangan bergizi sekaligus upaya mendorong pemberdayaan pembudidaya ikan dan pelaku UMKM di Sumatera Barat.

Menurut Arry Yuswandi, gagasan tersebut sangat potensial untuk dikembangkan, setidaknya melalui komunitas Dapur APPMBGI sebagai langkah awal. Pemanfaatan baby fish diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas asupan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Ada sedikitnya empat manfaat yang diharapkan dari pengembangan baby fish untuk mendukung program MBG. Pertama, meningkatkan asupan gizi berkualitas dari ikan bagi masyarakat, khususnya penerima manfaat program MBG.

Kedua, membuka lapangan kerja dan peluang usaha baru bagi peternak atau pembudidaya ikan. Dengan meningkatnya permintaan terhadap baby fish, produksi ikan lokal diharapkan ikut berkembang.

Ketiga, gerakan tersebut diharapkan mampu menggairahkan roda perekonomian Sumatera Barat, mulai dari sektor budidaya, pengolahan, distribusi hingga pemasaran produk perikanan.

Keempat, APPMBGI mendorong munculnya inovasi pengolahan baby fish. Produk tersebut tidak hanya diarahkan sebagai pasokan untuk dapur SPPG, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk ikan siap saji dalam kemasan yang memiliki nilai tambah dan dapat dipasarkan secara lebih luas kepada masyarakat.

Baca Juga :  Perumda Air Minum Kota Padang Adakan Pelatihan Kontruksi Pengoperasian Air Bersih Bagi Internal Perusahaan

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Dudung Daenuri, S.St.Pi., M.Si., Kepala Stasiun Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Padang (Stasiun PPMHKP Padang). Ia juga menyatakan dukungan terhadap gerakan APPMBGI karena dinilai sejalan dengan berbagai program Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dudung menjelaskan, dukungan terhadap pengembangan sektor perikanan dilakukan melalui berbagai program, antara lain pemberian bantuan kapal kepada nelayan tangkap, serta dukungan kepada pembudidaya ikan melalui penyaluran bibit ikan dan pembuatan pakan ikan.

Selain produksi, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Sinergi antara pemerintah, pembudidaya, UMKM, APPMBGI dan SPPG sebagai pengelola dapur MBG dinilai dapat menciptakan rantai ekonomi yang saling menguatkan.

Dengan dukungan tersebut, pemanfaatan baby fish diharapkan tidak berhenti sebagai inovasi menu MBG, tetapi berkembang menjadi gerakan ekonomi berbasis perikanan Sumatera Barat. Dari ikan yang dibudidayakan masyarakat, diolah menjadi pangan bergizi, diserap oleh dapur MBG, hingga dikembangkan menjadi produk UMKM yang mampu dipasarkan secara luas.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk menghadirkan pangan bergizi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan, nelayan dan pelaku UMKM di Sumatera Barat.(**)