Senin, 07 Sep, 2026

Walikota Fadly Amran di Panggung Ideafest 2026: Kuliner Padang Siap Menembus Panggung Gastronomi Dunia

Bagikan

Andalaspos,Jakarta –  Aroma kuliner Indonesia tak lagi hanya menjadi kekayaan yang dinikmati di meja makan. Dari rendang hingga nasi Padang, cita rasa Nusantara telah melintasi batas negara dan menjadi bagian dari pengalaman kuliner masyarakat dunia.

Pesan itu mengemuka ketika Wali Kota Padang Fadly Amran tampil sebagai salah satu speaker pada Ideafest 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Di hadapan ratusan penggiat ekonomi kreatif dan pengunjung Ideafest 2026, Fadly Amran membahas tema yang memiliki relevansi kuat dengan masa depan kuliner Nusantara, yakni “Can Indonesian Food Become a Global Cuisine?”

Fadly menegaskan, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadikan kuliner dan gastronomi sebagai kekuatan di panggung global. Kekayaan tersebut bukan hanya soal banyaknya jenis makanan, tetapi juga menyangkut sejarah, tradisi, budaya, hingga identitas masyarakat yang melekat di balik setiap hidangan.

Menurutnya, upaya membawa kuliner Indonesia ke tingkat dunia tidak harus dilakukan dengan menghilangkan karakter aslinya. Justru, identitas dan nilai autentik menjadi kekuatan utama agar kuliner Indonesia mampu memiliki posisi yang kuat di tengah persaingan gastronomi dunia.

“Kuliner Padang sudah menunjukkan bisa dikenal di panggung dunia tanpa harus kehilangan identitasnya. Kita bisa menemukan Nasi Padang di Eropa, Amerika, Australia, dan mungkin wilayah lainnya,” ujar Fadly Amran.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana Kota Padang telah memiliki pengalaman dalam memperkenalkan kekayaan gastronominya ke berbagai penjuru dunia.

Bagi Fadly, kuliner bukan sekadar urusan makanan. Gastronomi dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan sebuah kota secara lebih luas, mulai dari budaya, tradisi, sejarah, masyarakat hingga potensi pariwisatanya.

Karena itu, Pemerintah Kota Padang kini tengah berjuang mendapatkan rekognisi internasional melalui UNESCO Creative Cities Network (UCCN) pada sektor gastronomi.

Baca Juga :  Terima Kunjungan Ketua DPRD DKI Jakarta, Irsyad Syafar Bahas Peluang Kolaborasi dan Sinergitas Antar Lembaga

Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Padang untuk menempatkan kekuatan kulinernya dalam jejaring kota kreatif dunia.

Fadly berharap rekognisi internasional tersebut nantinya tidak berhenti pada sebuah predikat, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Padang.

“Saat ini Kota Padang tengah mengupayakan menjadi bagian dari jejaring kota kreatif dunia sebagai kota gastronomi pada Unesco Creative Cities Network (UCCN),” katanya.

Menurut Fadly, pengakuan internasional di bidang gastronomi berpotensi memperluas daya tarik Kota Padang di mata wisatawan.

“Harapan kita dengan rekognisi internasional di sektor gastronomi ini akan menarik banyak kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik untuk lebih mengenal Kota Padang secara lebih komprehensif lagi,” lanjutnya.

Penampilan Fadly Amran di Ideafest 2026 menjadi momentum menarik karena isu gastronomi ditempatkan dalam percakapan yang lebih besar tentang ekonomi kreatif dan masa depan industri kreatif Indonesia.

Di panggung tersebut, kuliner Padang tidak hanya dibicarakan sebagai makanan khas daerah, tetapi sebagai bagian dari identitas yang memiliki peluang untuk mengambil peran lebih besar dalam ekosistem gastronomi global.

Bagi Kota Padang, perjalanan menuju panggung dunia itu sesungguhnya telah dimulai. Ketika nasi Padang dapat ditemukan di berbagai negara, cita rasa Minangkabau telah menjadi salah satu contoh bahwa makanan lokal mampu melampaui batas geografis tanpa harus meninggalkan akar budayanya.

Kini, melalui perjuangan menuju UCCN, Fadly Amran ingin membawa pengalaman tersebut ke level berikutnya menjadikan gastronomi sebagai kekuatan Kota Padang untuk dikenal dunia.(**)