Selasa, 07 Jul, 2026

Wawako Maigus Nasir Serahkan Bantuan BSTT Rp10 Juta untuk Korban Kebakaran di Banuaran

Bagikan

Andalaspos,Padang – Pemerintah Kota Padang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang tertimpa musibah. Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyerahkan Bantuan Sosial Tidak Terduga (BSTT) kepada korban kebakaran rumah di Jalan Raya Banuaran, Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Selasa (7/7/2026).

Bantuan tunai sebesar Rp10 juta diserahkan langsung kepada pemilik rumah, Irka Puspa Dewi (45), sebagai upaya membantu pemulihan pascakebakaran yang melanda kediamannya beberapa waktu lalu.

Tidak hanya dari Pemerintah Kota Padang, dukungan juga datang dari berbagai pihak. BAZNAS Kota Padang memberikan bantuan sebesar Rp1.500.000, sementara BPBD Kota Padang menyalurkan bantuan berupa perlengkapan mandi serta kebutuhan rumah tangga untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga korban.

Dalam kesempatan itu, Maigus Nasir menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami Irka Puspa Dewi beserta keluarga. Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah bersama lembaga terkait dalam memberikan dukungan kepada warga yang sedang menghadapi cobaan.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan menjadi penyemangat untuk kembali bangkit setelah musibah yang terjadi,” ujar Maigus Nasir.

Kebakaran yang terjadi pada 12 Mei 2026 menghanguskan bagian lantai dua rumah milik korban. Sejumlah barang berharga, seperti kasur, lemari, pintu, hingga sepeda, ludes dilalap api. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, sementara penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik.

Penyaluran bantuan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Padang untuk hadir secara cepat dalam memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memastikan korban memperoleh dukungan agar dapat segera memulai kembali kehidupan mereka.(**)

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Nanda Satria Ikut Diskusi Design Thinking, Bakal Terapkan ke Sumbar sebagai Solusi Kreatif Keterbatasan APBD