Fadly Amran Buka Musda IX LKAAM Kota Padang, Dorong Penguatan Adat dan Sinergi Ninik Mamak
Andalaspos,Padang – Suasana kekeluargaan dan semangat menjaga marwah adat Minangkabau mewarnai Musyawarah Daerah (Musda) IX Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang yang digelar di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Selasa (22/9/2026).
Musda IX tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan menjadi momentum penting bagi LKAAM Kota Padang dalam menentukan kepengurusan periode 2026-2031.
Mengusung tema “Memperkuat Peran LKAAM Kota Padang dalam Mewujudkan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah Menuju Kota Padang yang Berbudaya, Bermartabat dan Religius”, forum tersebut mempertemukan unsur LKAAM, Kerapatan Adat Nagari (KAN), ninik mamak, pemerintah daerah, serta unsur Forkopimda.
Fadly Amran berharap proses Musda berlangsung secara badunsanak, dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat. Menurutnya, pergantian kepengurusan bukan sekadar agenda organisasi, tetapi bagian dari upaya memperkuat peran lembaga adat dalam kehidupan masyarakat Kota Padang.
“Musda ini merupakan tahapan penting dalam penguatan organisasi LKAAM Kota Padang. Kita berharap proses pemilihan berlangsung secara badunsanak, mengedepankan musyawarah dan mufakat,” ujar Fadly.
Perkuat LKAAM, KAN dan Ninik Mamak
Bagi Fadly, keberadaan LKAAM bersama KAN dan ninik mamak memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai adat sekaligus membina generasi muda.
Ia menilai penguatan lembaga adat juga berkaitan erat dengan visi pembangunan Kota Padang yang berlandaskan agama dan budaya, termasuk melalui Program Unggulan (Progul) Sinergi Nagari.
“Kita ingin nagari memiliki peran kuat dalam menjaga adat, membina generasi muda, serta mendukung pembangunan di tengah masyarakat. Tentunya, hal ini diperkuat melalui keberadaan LKAAM bersama KAN dan ninik mamak,” katanya.
Pemko Padang, lanjut Fadly, siap memfasilitasi program-program LKAAM yang sejalan dengan agenda pembangunan daerah. Kolaborasi dengan ninik mamak dan KAN juga akan terus diperkuat agar lembaga adat dapat mengambil peran dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Dari Narkoba hingga Tawuran
Fadly juga menyoroti pentingnya penyamaan persepsi antara pemerintah, LKAAM, KAN dan para pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Ia menyebut persoalan seperti narkoba, LGBT, tawuran dan penyakit masyarakat membutuhkan sinergi lintas lembaga dengan tetap memperhatikan fungsi serta kewenangan masing-masing.
“Penyamaan persepsi penting agar berbagai persoalan ke depan dapat ditangani secara efektif dengan tetap menghormati fungsi masing-masing lembaga,” kata Fadly.
Menurutnya, Pemko Padang bersama DPRD juga mendorong penyesuaian regulasi sehingga penguatan lembaga adat dapat berjalan seiring dengan upaya menangani persoalan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.
Dua Kandidat Ketua LKAAM Padang
Musda IX LKAAM Kota Padang sekaligus menjadi forum untuk memilih kepengurusan baru periode 2026-2031.
Ketua Pelaksana Musda IX LKAAM Kota Padang, Yolanda Kaharudin Datuak Sati Nan Balatiah, mengungkapkan terdapat 23 pemilik suara yang mengikuti proses Musda.
Mereka terdiri dari 11 ketua LKAAM kecamatan, 10 ketua KAN, satu perwakilan LKAAM Kota Padang, dan satu perwakilan LKAAM Sumatera Barat.
Dari tujuh kandidat yang sebelumnya diusulkan, proses pencalonan kemudian mengerucut menjadi dua calon Ketua LKAAM Kota Padang, yakni Irwan Basir Datuak Rajo Alam dan Hendri Yazid Datuak Rajo Diguci.
“Dari tujuh kandidat yang sebelumnya diusulkan, kini tersisa dua calon Ketua LKAAM Kota Padang, yakni Irwan Basir Datuak Rajo Alam dan Hendri Yazid Datuak Rajo Diguci. Kami berharap proses pemilihan berjalan secara badunsanak melalui musyawarah dan mufakat,” ujar Yolanda.
LKAAM dan Tantangan Generasi Muda
Sementara itu, Ketua LKAAM Kota Padang Syafril Ulbi Datuak Bagindo Rajo mengapresiasi dukungan Pemko Padang terhadap pelaksanaan Musda IX.
Ia berharap kepengurusan yang dihasilkan mampu memperkuat persatuan lembaga adat, meningkatkan pembinaan terhadap anak kemenakan, serta mendorong keterlibatan ninik mamak dalam pembangunan Kota Padang.
Musda IX LKAAM Kota Padang turut dihadiri Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Datuak Sati bersama jajaran pengurus, unsur Forkopimda Kota Padang, pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemko Padang, pengurus LKAAM Kota Padang, pengurus LKAAM kecamatan, serta KAN se-Kota Padang.
Bagi Fadly Amran, kuatnya lembaga adat bukan hanya berkaitan dengan pelestarian warisan budaya Minangkabau, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar membangun masyarakat yang mampu menjaga nilai adat, agama, persatuan, dan kehidupan sosial di tengah perubahan zaman.
Melalui semangat badunsanak, Musda IX diharapkan melahirkan kepengurusan yang mampu meneruskan peran LKAAM sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus pengayom adat dan masyarakat di Kota Padang.(**)
