Jumat, 07 Agu, 2026

Padang-Hildesheim Perbarui Kerja Sama Internasional, Fadly Amran Dorong Kota Hijau dan SDM Berdaya Saing Global

Bagikan

Andalaspos,Padang – Pemerintah Kota Padang kembali memperkuat hubungan internasionalnya melalui pembaruan Letter of Intent (LoI) dan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama Sister City dengan Pemerintah Kota Hildesheim, Jerman. Penandatanganan yang berlangsung di Aula Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang Aie Pacah, Rabu (5/8/2026), menjadi tonggak baru dalam mempererat kemitraan yang telah terjalin selama 38 tahun.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer, disaksikan Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Punjul Setya Nugraha, jajaran Pemerintah Kota Padang, delegasi Pemerintah Kota Hildesheim, perwakilan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), serta para tamu undangan.

Bagi Fadly Amran, pembaruan kerja sama tersebut bukan sekadar memperpanjang hubungan diplomatik, melainkan mempertegas komitmen kedua kota untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program kolaborasi yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

“Penandatanganan LoI dan MoU hari ini bukan sekadar seremoni diplomatik. Ini merupakan penegasan bahwa kerja sama harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Melalui aksi konkret, kita ingin menghadirkan perubahan yang memberikan manfaat bagi kedua kota,” tegas Fadly Amran.

Ia menjelaskan, hubungan Sister City antara Padang dan Hildesheim telah berlangsung sejak 1988. Selama hampir empat dekade, kedua kota terus membangun hubungan yang dilandasi semangat saling menghormati, saling belajar, dan memiliki visi bersama dalam menghadapi tantangan pembangunan masa depan.

Dalam lima tahun mendatang, Pemerintah Kota Padang menetapkan dua agenda prioritas sebagai fokus utama kerja sama. Program pertama adalah revitalisasi dan restorasi ekologis Sungai Batang Arau melalui peningkatan kualitas air, rehabilitasi kawasan bantaran sungai, hingga pemulihan fungsi ekologisnya sebagai ruang hidup yang sehat, aman, dan produktif.

Baca Juga :  Ketua PJKIP Yuliadi Chandra: Optimistis Padang Tembus UNESCO, Kuliner Minangkabau Siap Mendunia

Prioritas kedua adalah pengembangan ekosistem pariwisata berkelanjutan. Dengan kekayaan alam dan budaya Minangkabau, Pemerintah Kota Padang ingin mendorong pariwisata rendah karbon yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Selain dua sektor tersebut, kerja sama juga akan diperluas pada bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia melalui program pertukaran pelajar, magang vokasi, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Di sektor kesehatan, kedua kota akan mengembangkan kompetensi tenaga keperawatan dan memperkuat pertukaran pengetahuan antarlembaga.

Fadly Amran menilai pengalaman Jerman dalam pengelolaan sumber daya air, energi, dan pembangunan kota hijau sangat relevan dengan arah pembangunan Kota Padang.

“Kami melihat pengalaman Jerman dalam pengelolaan sumber daya air, energi, dan pembangunan kota hijau sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan Kota Padang saat ini. Dukungan GIZ sebagai mitra strategis juga akan memperkuat alih teknologi, pengembangan kapasitas kelembagaan, serta implementasi program-program lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer mengaku senang kembali mengunjungi Kota Padang. Kunjungan tersebut merupakan yang kedua kalinya sejak hubungan kedua kota terus berkembang.

Ia berharap pembaruan kerja sama ini mampu melahirkan berbagai program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua kota.

“Kami berharap kemitraan yang telah terjalin selama puluhan tahun dapat terus diperkuat melalui berbagai program kerja sama yang konkret dan berkelanjutan,” kata Ingo Meyer.

Dukungan penuh juga datang dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri RI Punjul Setya Nugraha menegaskan pemerintah pusat akan terus mengawal implementasi kerja sama tersebut agar menjadi contoh kemitraan antarkota antara Indonesia dan Jerman.

“Kerja sama ini diharapkan dapat terus berkembang di berbagai bidang, seperti pembangunan kota, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kebudayaan, maupun sektor-sektor lain yang memberikan manfaat bagi kedua kota,” ujar Punjul.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri, Dukung Keterbukaan Informasi PJKIP Padang

Dengan pembaruan LoI dan MoU ini, Pemerintah Kota Padang optimistis hubungan Sister City bersama Hildesheim akan memasuki babak baru yang lebih produktif. Kolaborasi yang telah bertahan selama 38 tahun itu kini diarahkan untuk menghasilkan program-program nyata yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat sumber daya manusia, serta mempercepat pembangunan Kota Padang menuju kota yang hijau, berdaya saing, dan berkelas internasional.(**)