Kamis, 13 Agu, 2026

Yari School Padang Kembali Kirim Siswa ke Finlandia, Yusticia Katar Tekankan Kemandirian dan Tanggung Jawab

Bagikan

Andalaspos,Padang – Dua puluh siswa Yari School Padang bersiap membuka lembaran pengalaman baru di luar negeri. Kamis (13/8/2026), rombongan pelajar itu secara resmi dilepas untuk mengikuti program pertukaran pelajar atau student exchange ke Uyoma Hariu School, Finlandia.

Pelepasan yang berlangsung di Yari School Padang tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa. Bukan sekadar perjalanan akademik, program ini dirancang sebagai ruang belajar lintas budaya untuk membentuk generasi muda yang lebih mandiri, terbuka, bertanggung jawab, sekaligus siap menghadapi dunia global.

Ketua Yayasan Anak dan Remaja Indonesia (Yari), Yusticia Katar, turut mendampingi langsung perjalanan 20 siswa tersebut. Selain dirinya, rombongan juga didampingi seorang guru dan dua orang tua murid.

Yusticia mengatakan, program pertukaran pelajar Yari School telah dirintis sejak 2011. Konsistensi tersebut membuat kegiatan ini bukan sekadar perjalanan sesaat, melainkan bagian dari proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung dari lingkungan internasional.

“Siswa yang mengikuti pertukaran pelajar ke Uyoma Hariu School, Finland, itu sebanyak 20 orang. Dan itu didampingi oleh saya sendiri sebagai Ketua Yayasan, kemudian ada satu guru dan dua orang tua murid,” ujar Yusticia.

Ia berpesan agar seluruh peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut. Para siswa, menurutnya, harus memahami tujuan perjalanan sekaligus manfaat yang akan mereka bawa pulang ke Padang.

“Pesannya mereka harus siap, mereka sudah tahu persis ngapain mereka ke sana, apa kemanfaatan yang diperoleh. Mereka siap secara fisik, mental, semangat, dan insyaallah itu akan sangat mereka perlukan untuk membangun masa depan mereka yang cerah,” katanya.

Perjalanan para siswa juga tidak berhenti di Finlandia. Sebelum dan sesudah mengikuti agenda utama di Uyoma Hariu School, rombongan akan menjalani rangkaian pembelajaran serta kunjungan kebudayaan di sejumlah negara persinggahan.

Baca Juga :  "PEMILU BADUNSANAK" DI LAUNCHING

Negara yang masuk dalam rangkaian perjalanan tersebut antara lain Singapura, Turki khususnya Istanbul, Estonia dengan Tallinn sebagai tujuan, serta Malaysia melalui Kuala Lumpur.

Dengan demikian, para siswa tidak hanya berhadapan dengan suasana sekolah yang berbeda, tetapi juga akan bersentuhan langsung dengan beragam masyarakat, bahasa, kebudayaan dan pola kehidupan.

Menariknya, persiapan menghadapi perbedaan budaya telah dilakukan sejak sebelum keberangkatan. Para peserta sebelumnya mengikuti kegiatan camping bersama siswa Finlandia yang pernah berkunjung ke Padang.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisasi potensi culture shock sekaligus membangun kedekatan antara siswa Padang dengan calon keluarga inang atau host family di Finlandia.

Bagi peserta, pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum benar-benar hidup dalam lingkungan keluarga dan sekolah yang berbeda dari keseharian mereka.

Salah seorang peserta, Defan Nugraha Rahadi, bahkan membawa harapan yang lebih jauh dari sekadar menambah pengalaman akademik.

Ia ingin perjalanan ke Finlandia membuat cara pandangnya terhadap orang lain semakin luas. Defan berharap dapat belajar melihat seseorang dari berbagai perspektif, bukan sekadar berdasarkan satu atau dua penilaian.

“Saya ingin setelah saya mengikuti student exchange ke Finland ini, saya tidak menilai orang dari satu atau dua nilainya saja, jadi kayak dari berbagai perspektif. Saya ingin kayak lebih respect towards people, dan juga lebih open-minded, dan lebih menerima perbedaan di antara kita semua,” tuturnya.

Harapan serupa disampaikan Pelangi Suhairi. Baginya, salah satu hal yang paling dinantikan adalah bertemu langsung dengan host family dan teman-teman di Finlandia yang selama ini sudah dikenalnya.

“Yang paling dinantikan tentu kita ketemu host family dan teman-teman kita yang ada di Finland. Benar juga kata Defan, kita udah punya koneksi berteman dengan orang-orang Finland di sana, jadi kita udah saling kenal lah gitu,” ujarnya.

Baca Juga :  Angka Kesembuhan Covid-19 Capai 83,7 Persen, Plt Wako Hendri Septa Ingatkan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Pelangi juga melihat pertukaran pelajar sebagai kesempatan untuk belajar bagaimana masyarakat Finlandia memperlakukan lingkungan dan sesama.

“Harapan kita ikut program ini adalah kita bisa saling mengenal dari segala kalangan. Dan dari kita pergi ke Finland juga, kita bisa belajar gimana cara mereka respect lingkungannya, respect sesama mereka, bagaimana mereka hidup di sana,” katanya.

Menurut Pelangi, perbedaan waktu, lingkungan dan pola kehidupan juga akan menjadi bagian dari pembelajaran untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab.

Dari sisi Pemerintah Kota Padang, program tersebut mendapat sambutan positif. Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Junaidi, menilai pertukaran pelajar menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.

“Ini jelas bahwa anak-anak kita hari ini adalah anak-anak yang hidup di dunia globalisasi. Jadi kita memang harus mempersiapkan anak-anak kita itu untuk siap menjadi warga dunia, punya kemampuan daya saing global. Ini sejalan dengan Progul Padang Juara,” kata Junaidi.

Ia berharap langkah Yari School dapat menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain di Kota Padang untuk membuka kesempatan serupa.

“Ke depan kita berharap anak-anak yang ikut student exchange ini juga diikuti oleh sekolah-sekolah lain. Nah, itu harapan terbesar kita sehingga Yari School menjadi pionir yang langkahnya diikuti oleh sekolah-sekolah lain di Kota Padang,” ujarnya.

Pihak Yari School sendiri menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Padang, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pendidikan Kota Padang, termasuk dukungan Wali Kota Padang terhadap kelancaran serta publikasi kegiatan tersebut.

Bagi 20 siswa yang berangkat, perjalanan menuju Finlandia bukan sekadar meninggalkan Padang untuk sementara waktu. Mereka membawa misi yang lebih besar: pulang dengan pengalaman baru, wawasan yang lebih luas dan karakter yang lebih matang.

Baca Juga :  AJI Padang Kawal Pemilu Serentak 2024 Ajak Jurnalis Informasikan Isu Penting dan Jaga Independensi

Sebab, pendidikan di era global tidak lagi hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Terkadang, pelajaran paling berharga justru hadir ketika seorang siswa berani keluar dari lingkungan yang familiar, bertemu perbedaan, lalu belajar menghargai dunia dari jarak yang lebih dekat.(**)